PHM Catat Rekor Setahun Tanpa Kecelakaan

Jakarta, DiswayKaltim.com- Perusahaan minyak nasional, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencetak rekor tanpa kecelakaan kerja selama satu tahun. Capaian tersebut merupakan indikator tingginya budaya keselamatan kerja di perusahaan.

Menurut keterangan General Manager PHM, John Anis, keberhasilan ini memunculkan tantangan baru, tentang bagaimana perusahaan dapat mempertahankan agar tidak terjadi kecelakaan kerja di masa depan.

’’Dengan tercapainya prestasi ini, komitmen terhadap keselamatan kerja tidak boleh mengendur. Justru sebaliknya, kami jadi lebih bersemangat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan dalam setiap aktivitas operasi PHM.”

Pertamina Hulu Mahakam merupakan operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan penuh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan.

Rekor satu tahun tanpa kecelakaan kerja atau Lost Time Injury (LTI) diperoleh perusahaan pada 15 Juni 2019 lalu. Perusahaan pertambangan merupakan salah satu bidang  yang memiliki risiko kecelakaan kerja sangat tinggi. Karena itu, keberhasil tanpa LTI merupakan prestasi yang sangat membanggakan.

“Kecelakaan kerja atau LTI seringkali menyebabkan kehilangan waktu kerja. Karena itulah banyak perusahaan berupaya keras menghindarinya,” imbuh John Aris.

Dalam catatan PHM, selama setahun itu  tercapai 30.374.227 jam kerja (manhours), dengan rata-rata pekerja yang bekerja setiap harinya mencapai jumlah sekitar 7.300 orang.

Sepuluh tahun terakhir, WK Mahakam telah berhasil menekan jumlah angka Recordable Injury secara signifikan. Pada tahun 2009 tercatat 44 kasus cedera ketika bekerja, dan menurun drastis hingga 12 kejadian saja pada tahun 2018.

Sementara untuk LTI hanya terjadi 2 kasus dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dibandingkan dengan 13 LTI yang terjadi hanya pada tahun 2009.

Selain meraih rekor setahun tanpa LTI, PHM merebut berbagai akreditasi dan penghargaan yang berkaitan dengan K3LL sepanjang tahun 2018. Akreditasi tersebut antara lain  ISRS8 – Level 8, Safety Culture – Proactive (skor 4.1), Peringkat PROPER Hijau untuk 2 lapangan : South Processing Unit (SPU) dan Bekapai-Senipah-Peciko-South Mahakam (BSP). Sistem Manajemen Pengamanan – Emas,  ISO14001:2015 – Sistem Manajemen Pengelolaan Lingkungan, dan ISO22301:2012 – Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis. (K/ferry/dah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*