Jatuh Bangun Sido Muncul

Oleh: Bagas Raga*

Irwan Hidayat saat menerima penghargaan dari Majalah Forbes, Rabu (30/10/2019). (Foto: Kompas.com)

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk begitu menginspirasi dalam setiap langkah bisnis yang dilakukan oleh generasi muda Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan raksasa Tanah Air, Sido Muncul berkembang bukan tanpa halangan. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1951 ini berhasil mencatatkan keuntungan Rp 1,4 triliun pada semester 1 2019. Tumbuh 10,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

MEMULAI DARI NOL
Bapak Irwan Hidayat selaku direktur utama Sido Muncul bercerita awal mula bisnis yang dirintis oleh nenek beliau, Ibu Rakhmat Sulistio pada 1935.

Nama Sido Muncul ada dilatarbelakangi keahlian sang nenek yang mampu mengolah dan berbagai jenis jamu dan rempah-rempah. Ternyata perusahaan beromzet triliunan rupiah ini pernah hanya mencatatkan omset Rp 800.000/bulan dan berhutang dengan nominal yang sangat besar pada tahun 1972 (cerita yang banyak orang belum tahu).

Hal ini disampaikan oleh Irwan
“Sido Muncul juga pernah memiliki utang cukup besar kepada bank sekitar tahun 1972,” ujar dia. Jumlah utang Sido Muncul mencapai Rp 46 juta. Nominal itu pada tahun 1972 merupakan jumlah besar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1977 saja, gaji PNS tahun 1977 berkisar Rp 12.000 – Rp 120.000.
Irwan mulai memimpin Sido Muncul sejak tahun 1972. “Namun, saya bisa melewati semua itu dengan menciptakan program baru dan iklan,” papar beliau.

Usaha tersebut membuahkan hasil, terbukti dengan naiknya angka penjualan menjadi Rp 12 juta sebulan kemudian. Delapan bulan kemudian, utang sebesar Rp 46 juta itu pun lunas. Meski berhasil melewati momen sulit itu, imbuh Irwan, Sido Muncul sempat mendapatkan fase stagnan dan tidak memiliki kemajuan berarti selama 20 tahun pertama kepemimpinannya sejak 1972.

MERANGKAK DAN MELANGKAH
Sido Muncul yang berusia lebih dari setengah abad ini mampu melewati rintangan dan membuktikan diri sebagai perusahaan besar nasional.

Selaku pimpinan, Irwan menyadari perlu adanya upaya agar produk-produk dari Sido Muncul bisa dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Sido Muncul berupaya memastikan produknya aman dan halal dikonsumsi.

Uji kualitas dalam pabrik dilakukan dengan sangat ketat. Caranya, Sido Muncul selalu melakukan 5 tahap uji kualitas untuk setiap batch produksinya, meliputi tes kandungan logam berat, tes pupuk, tes pestisida, tes aflatoksin, dan tes DNA.

Tidak hanya nominal penjualan, harga saham Sido Muncul turut mencatatkan kenaikan positif. Berdasarkan data idx.co.id, harga saham Sido Muncul menyentuh angka Rp 1.235 pada penutupan perdagangan.

Kesuksesan Sido Muncul terus berlanjut. Perusahaan jamu Tanah Air ini mendapat penghargaan bergengsi dari Majalah Forbes dalam acara Best of The Best, Rabu (30/10/2019) malam.

Acara yang diadakan oleh majalah bisnis dan finansial asal AS itu digelar di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta. Sido Muncul berhasil masuk dalam daftar 50 perusahaan terbaik di Indonesia menurut Forbes Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar, termasuk Sido Muncul telah melewati seleksi ketat Forbes Indonesia. Korporasi-korporasi itu dinilai berdasarkan kinerja keseluruhan dalam beberapa tahun.

BERDIRI DAN MENGINSPIRASI
Pencapaian Sido Muncul saat ini tidak lantas membuat Irwan Hidayat puas. Dirinya mengaku terus berinovasi untuk bisa membuat Sido Muncul tumbuh dan berkembang.

Sido Muncul tahun ini akan mulai mengembangkan produk suplemen makanan yang akan diluncurkan pada akhir 2019 atau awal 2020. “Produk suplemen ini sudah kami kembangkan selama 2-3 tahun. Kami membuat soft capsule, memperbarui mesin-mesin tablet, R & D-nya sudah 2-3 tahun,” lanjut Irwan.

Tidak hanya itu, Sido Muncul siap memproduksi soft capsule yang selama ini biasa diimpor dari luar negeri. Irwan menjelaskan, Sido Muncul mulai merambah pasar luar negeri untuk memasarkan produknya. “Kita sekarang mulai ekspor. Ekspornya ke Filipina, nanti ke Thailand, ke Vietnam. Ini kami sedang mendaftarkan produk kami di sana,” imbuh dia. (eny)

*/ Bagas Raga
Background: business, technology, education, social enterprise
Sumber: https://money.kompas.com/read/2019/11/01/191400826/perjalanan-sido-muncul-penjualan-pernah-hanya-rp-800.000-per-bulan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*