Karangan Unggul dengan Objek Wisata dan Penghasil Kakao

Bupati  Ismunandar berbelanja usai meresmikan pasar rakyat di Kecamatan Karangan.

Bangun Infrastruktur Jalan, Bupati Resmikan Pasar Rakyat

Sangatta, DiswayKaltim.com – Keberadaan gua-gua yang masuk dalam kawasan karst Sangkulirang, Mangkalihat di Kecamatan Karangan, merupakan suatu anugerah dan warisan penting bagi dunia.

Adanya gua yang berisi situs sejarah manusia purba merupakan satu catatan sejarah tiada bandingnya.

Wisata di Karangan, sudah dikenal nasional bahkan internasional lewat pegunungan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang di dalamnya terdapat gua cap tangan berusia ribuan tahun. Menurut Bupati Kutim Ismunandar, Kutim hanya kalah dalam hal promosi saja.

“Untuk itu saya meminta kepala Dinas Pariwisata segera menyusun konsep pemasaran sekaligus kemasan wisata yang menarik mengangkat potensi wisata Karangan lebih baik. Selain itu juga, jangan lupakan keunikan air panas di Batu Lepoq salah satu destinasi wisata andalan di Karangan yang menjadi kolam pemandian terapi bagi penyakit,” ujar Ismu.

Ismunandar di depan pintu masuk wisata Pemandian Air Panas Desa Batu Lepoq.

Guna mempermudah para wisatawan untuk mencapai lokasi. Pada 2019 telah dibangun proyek jalan tembus Desa Pengadan ke Karangan. Dari hasil pantauan di lapangan, Bupati Ismunandar menyebut jalan tembus dapat memperpendek jarak antara Desa Pengadan menuju Desa Karangan.

Tetapi yang lebih penting lagi adalah akses masyarakat dari Kaubun masuk ke Pengadan, jarak tempuhnya menjadi lebih singkat. Begitu juga dari ibu kota Kutim yaitu Sangatta menuju Karangan.

“Jika kita bandingkan harus memutar jalan sejauh 70 kilometer menggunakan jalan poros provinsi memakan waktu hampir 2 jam, sangat lama. Nah, dengan adanya jalan tembus ini hanya menempuh waktu sekitar 30 menit. Artinya lebih pendek dan cepat,” jelasnya.

Ismu pun menambahkan, pemkab bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah merencanakan matang jalan yang sudah ditembuskan tersebut. Daripada menggunakan jalan poros provinsi ke Karangan.

“Saya harapkan rampungnya jalan ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Karangan. Saya arahkan juga ke Camat Karangan agar jalan ini bisa dimanfaatkan sebagai rest area (tempat istirahat). Karena kalau dilihat pemandangan di sekitar jalan tembus ini langsung memandang luas pegunungan Karst Sangkulirang Mangkalihat. Ini bisa juga menjadi daya tarik wisata kawasan, tinggal di promosikan saja,” tambahnya.

Tidak hanya wisata. Karangan juga penghasil kakao atau pohon cokelat terbanyak di Kaltim. Masyarakat luas mesti tahu, bahwa Kutim tak hanya sukses mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Nyatanya komoditi kakao atau cokelat juga sukses berkembang di tanah “Tuah Bumi Untung Benua”-slogan Pemkab Kutim.

Bahkan Desa Karangan Hilir, Kecamatan Karangan sukses menempatkan diri sebagai penghasil kakao terbesar di Kaltim. Hal tersebut seolah menjadi bukti ucapan Ismunandar benar. Bahwa di tanah Kutim komoditas tanaman unggulan selain sawit juga bisa dikembangkan.

Kepala Desa Karangan Hilir Jabir mengatakan, Desa Karangan Hilir merupakan daerah penghasil komoditas buah kakao sebagai bahan baku cokelat dengan kualitas andalan. Bahkan ia mengklaim, menjadi penghasil kakao terbesar di Kaltim.

“Ya, daerah saya merupakan penghasil terbesar buah kakao saat ini. Kakao Kami juga memiliki mutu dan kualitas yang cukup baik serta dapat bersaing dengan daerah penghasil kakao lainnya,” terangnya.

Ismunandar melanjutkan, guna meningkatkan perekonomian di Karangan, bupati juga telah meresmikan pasar rakyat di Kecamatan Karangan.

Dengan diresmikannya pasar tersebut, Bupati Ismu berharap masyarakat dapat beraktivitas jual beli di 36 lapak yang disediakan itu. Serta dapat memberikan andil perputaran ekonomi di Karangan. (oke/adv/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*