Bupati: Masyarakat jadi Subjek, Bukan Lagi Objek Pembangunan

Bupati Kutim Ismunandar (kiri) mencoba tanam jagung bersama Wabup Kasmidi Bulang.

Program Desa Membangun Sejajarkan Semua Desa

Sangatta, DiswayKaltim.com – Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan terpadu (Gerbang Desa Madu) menjadi cara jitu memacu pembangunan di Kutai Timur (Kutim).

Sebab, masyarakat di tingkat desa akan diberdayakan untuk membangun wilayahnya. Bupati Ismunandar menyebut, program desa membangun perlu mendapat pengawasan oleh masyarakat.

Dengan begitu terjadi pemerataan pembangunan di 139 desa yang ada di Kutim. “Program yang terfokus pada perkembangan agrobisnis dan agroindustri, peningkatan infrastruktur, kesehatan, pembangunan kebutuhan dasar bagi masyarakat, serta pendidikan itu harus terealisasi dengan baik,” ujarnya.

Karena itu sangat beralasan jika bupati Kutim menempatkan pertanian dan kebutuhan dasar masyarakat sebagai program unggulan. Apalagi, sektor pertanian memiliki nilai tambah signifikan dari segi kuantitas dan kualitas.

Bupati juga mendorong untuk industri-industri rumah harus didorong berkembang di pedesaan, sehingga ekonomi desa menggeliat. “Misalnya, kebun singkong perlu dilengkapi industri pembuatan tepung tapioka yang secara otomatis memerlukan tenaga kerja. Tentu, masalah pengangguran perlahan teratasi,” terangnya

Nantinya, komoditas pertanian tertentu, misal singkong dan pisang, tidak dijual mentah-mentah. Tetapi harus diolah terlebih dahulu menjadi bahan jadi seperti kue kaleng. Tentu nilai jual akan lebih tinggi. Agroindustri dan agrobisnis, menurutnya, bertujuan membuka lapangan kerja dan usaha bagi masyarakat pedesaan.

“Dengan demikian mereka tidak perlu berbondong-bondong meninggalkan desa untuk mencari kerja di kota-kota, atau di negara tetangga. Karena program desa membangun ini ingin menjadikan masyarakat di desa menjadi subjek pembangunan, bukan lagi menjadi objek pembangunan,”paparnya.

Dia juga menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Pemkab Kutim terus berupaya maksimal mensejajarkan semua desa. Agar tidak ada lagi desa tertinggal di seluruh wilayah Kutim. Dengan memberdayakan desa untuk dapat membangun desanya sendiri melalui program Desa Membangun.

Program ini juga menjadi satu sarana untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar lebih berkualitas. Untuk itu pemerintah mendukung perkembangan industri rumah tangga dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Bantuan peralatan kerajinan home industry berupa mesin jahit elektronik dan manual, agar dapat meningkatkan produktivitas, termasuk upaya dan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan SDM demi kemajuan sektor UKM. Semoga dapat meningkatkan kreativitas, kesejahteraan, dan ekonomi masyarakat di desa-desa yang ada di Kutim, “ harapnya.

Adanya kerja sama Pemkab Kutim dengan media Disway Kaltim, diharapkan informasi terkait Program Gerbang Desa Mandiri Terpadu (Desa Madu) dapat tersampaikan ke desa-desa melalui publikasi yang akurat.

“Sehingga selain terjun langsung ke masyarakat, kami juga dapat memantau langsung melalui media ini, apa saja pembangunan yang sudah terpenuhi, “ tutupnya. (oke/adv)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*