Industri Pertambangan Tolong Kaltim dari Resesi

Sektor tambang masih menjadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi Kaltim. (foto sebagai ilustrasi : Antara)

Balikpapan, DiswayKaltim.com –  Sektor pertambangan masih menjadi penyelamat Kaltim saat ekonomi sedang terpuruk.

Setidaknya untuk saat ini. Yang mana, sektor tambang menjadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika sektor lain lunglai.

Gambaran ini terungkap dari pernyataan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan, Bimo Epyanto. Dia mengatakan, secara tak terduga kinerja sektor tambang yang pada mulanya diperkirakan kurang baik, justru tumbuh melebihi ekspektasi.

Kondisi bisnis pertambangan mengerek Kaltim dari ancaman krisis berkepanjangan. “Dibanding provinsi lain, kondisi ini jauh lebih baik,” sebutnya, Kamis, (7/11/2019).

Kpw BI Balikpapan tak pernah menyangka sektor tambang mencatat kinerja bagus. “Ekspor memang masih turun tetapi bisa tumbuh melebihi ekspektasi. Ekspor baik India dan China berjalan,” kata.

Menurutnya prediksi semula terkait dengan kebijakan restriksi China untuk mengurangi impor batu bara tak terjadi. Kondisi ini sejalan dengan kinerja ekspor pada triwulan I/2019 hingga triwulan II/2019 yang masih kencang.

Kabar kebijakan restriksi China disikapi  pengusaha dengan meningkatkan produksi pada awal tahun. Sebelum kembali melambat pada triwulan ke empat.

Selain itu, ekonomi Kaltim akan tumbuh lebih baik apabila dibandingkan dengan sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Pasalnya, sektor manufaktur yang menjadi penopang pertumbuhan di Pulau Jawa menunjukkan pelemahan yang lebih dalam.

Sebagai imbas dari terpukulnya negara lain yang mengandalkan manufaktur, yakni Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Apalagi jika melihat bahwa secara nasional dampak dari resesi global mulai dirasakan. Pertumbuhan ekonomi China yang biasanya bisa mencapai dua angka, hanya bertengger di kisaran 6 persen.

Menghadapi kondisi tersebut, Indonesia harus mengupayakan agar ekonomi nasional tumbuh di atas 5 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat. Perekonomian Kaltim triwulan III/2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp 164,42 triliun. Dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 123,05 triliun.

Sedangkan triwulan III-2019 terhadap triwulan III/2018 tumbuh 6,89 persen (y-on-y). Lebih tinggi dibanding capaian triwulan III-2018 yang tumbuh 1,83 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara y-on-y dicapai oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 11,46 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 15,94 persen.

Ekonomi Kaltim triwulan III/2019 dibanding triwulan II/2019 tumbuh sebesar 1,48 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q pada triwulan III/2019 dicapai oleh lapangan usaha konstruksi yang tumbuh sebesar 6,81 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 9,92 persen. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*