Indikasi Limbah Pupuk Sawit

Soal Air Sungai Segah Kembali Menghijau

Air Sungai Segah di kawasan Teluk Bayur sudah menghijau dan ditemukan ikan yang mati.(FERY SETIAWAN)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, bertindak cepat menyikapi fenomena perubahan warna air Sungai Segah, yang menjadi hijau. Bahkan, Bupati Muharram telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan pemeriksaan, kemarin (11/11).

Sementara, disebutkan Muharram, dari laporan DLHK , fenomena menghijaunya air Sungai Segah diduga akibat curah hujan yang tinggi, hingga menyebabkan terjadinya penyuburan di dasar air yang berakibat arus air menjadi meningkat.

“Karena adanya penyuburan itu, menyebabkan lapisan bawah sungai yang kadar oksigenya rendah naik ke permukaan, itulah ikan jadi mati dan air berubah warna,” jelasnya.

Namun selain faktor tersebut, Muharram menduga fenomena terjadi akibat limbah pupuk dari perusahaan kelapa sawit di sepanjang tepi Sungai Segah. Dugaan tersebut muncul karena jika fenomena itu diakibatkan faktor alam, semestinya kejadian ini terjadi di Sungai Kelay, namun ini hanya terjadi di Sungai Segah.

“Tidak menuntup kemungkinan soal itu, saya sudah minta dinas terkait untuk mencari penyebab pasti dan melakukan uji laboratorium,”tegasnya.

Meski kondisi ini cukup menghawatirkan, namun Muharram memastikan fenomena air Sungai Segah saat ini belum membahayakan distribusi air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah ke masyarakat. Hal itu lantaran sampai kadar Power of Hydrogen (pH) atau tingkat keasaman air masih cukup aman.

“Memang ada penurunan pH dari sebelumnya 6, sekarang menjadi 4-3,5. Nanti kalau tingkat keasaman turun terus sampai menyentuh angka tiga, dengan terpaksa distribusi air PDAM akan distop,” tuturnya.

Meski belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini, secara pribadi Muharram telah menghubungi pihak perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Segah dan meminta mereka melakukan pemeriksaan apakah ada indikasi limbah mereka yang terbuang ke sungai.

“Kalau sampai terbukti ada indikasi dari limbah pupuk dari mereka, saya akan tutup nanti,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Air Sungai Segah kembali menjadi hijau, Minggu (10/11) sore. Warga Teluk Bayur mendapati aliran sungai yang biasanya berwarna kecokelatan, menjadi seperti yang terjadi pada 2015 lalu.

Seperti yang diungkapkan Samsul, bekerja di salah satu perusahaan tambang di Teluk Bayur mengaku terkejut saat menyeberangi Sungai Segah sudah berwarna hijau

“Saya baru tahu sore tadi, waktu pulang kerja. Pas naik ketinting kok rasanya ada yang aneh, pas saya lihat-lihat rupanya berubah jadi hijau seperti tahun 2015 lalu,” ujarnya.

Meski sempat mendapati Sungai Segah berubah menjadi hijau, namun dia tidak mengatahui secara pasti kapan fenomena itu mulai terjadi kembali lantaran, saat turun bekerja pada dini hari.
“Sayakan turun kerja subuh, jadi enggak tahu bagaimana kondisi airnya saat itu, tahunya pas pulang kerja,” tuturnya.

Bukan hanya di Teluk Bayur, kondisi serupa juga disampaikan oleh warga Labanan melalui video yang diunggah di akun Facebook Labanan-Labanan dan YouTube Gondrong Labanan berdurasi 8 menit 33 detik. Dalam ketarangan pria berbaju biru dengan rambut gondrong itu kondisi Sungai Segah di Kampung Labanan juga mengalami perubahan menjadi hijau. Bahkan menyebut akibat peristiwa itu sejumlah ikan ditemukan mati.

“Yang jelas posisi saat ini tanggal 10 November 2019 banyak ikan mati di Sungai Segah, tetapi belum ada yang mengetahui penyebab kematian ikan ini, apakah karena kondisi air yang berubah atau karena faktor lain. Sampai sekarang juga belum ada informasi resmi dari pihak terkait soal ini,” ujarnya dalam rekaman video tersebut.

Video yang diunggah pada Minggu siang tersebut kini sudah dilihat oleh ratusan pasang mata pengguna media sosial, bahkan sejumlah pengguna lain juga telah membagikan video itu. Banyak dari para warganet yang menduga kejadian ini adalah akibat limbah perusahaan. (*/zuh/app

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*