Pemilik Keramba Panik

Para pemilik keramba ikan di Bujangga mulai memindahkan ikannya sebelum terkena dampak perubahan kondisi air Sungai Segah.(FERY SETIAWAN)

PERUBAHAN kondisi air Sungai Segah membuat warga di Bumi Batiwakkal mulai resah. Apalagi yang memanfaatkan air sungai, sebagai kebutuhan maupun untuk usaha keramba ikan.

Adi (30) warga RT 6 Teluk Bayur, yang bermukim bantaran sungai menuturkan, karena perubahan air sangat cukup meresahkan mereka. Apalagi mayoritas warga di sana masih mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, perubahan kondisi air tambah mengkhawatirkan, dengan banyaknya ikan yang ditemukan mati.”Kalau ikan itu mati, berarti airnya memang bermasalah,”tegasnya.

Dia menduga, bahwa air Sungai Segah sedang tercemar oleh limbah dari perusahaan yang ada di Teluk Bayur atau hulu sungai.”Ini kasus hampir sama seperti tahun 2015,”tuturnya.

Diharapkannya, Pemerintah Kabupaten Berau, harus mengambil sikap dan tindakan tegas jika ada indikasi pencemaran di Sungai Segah.

“Kami berharap pemerintah bergerak cepat untuk menyelesaikan permasalahan ini,”ujarnya.

Keresahan serupa juga dirasakan pembudidaya ikan keramba di Jalan Bujangga. Beberapa orang dari pembudidaya terpaksa harus mengevakuasi ikan yang ada di kawasan tersebut. Seperti Iwan (36), yang mengevakuasi ikan ke kolam rumahnya menggunakan mobil bak terbuka, sekira pukul 16.45 Wita.

“Mau tidak mau saya harus memindahkan ikan ini dari pada mati,”katanya.

Disebutkannya, berbagai jenis ikan budidaya di keramba miliknya, seperti Nila dan Mas. Dari Kedua jenis ikan tersebut jumlah keseluruhannya diperkirakan mencapai 1.000 ekor, bahkan di beberapa keramba yang berada di sekitar keramba miliknya ada yang mencapai lebih dari seribu ekor.

“Jumlah dan jenis ikan itu tergantung dari petani kerambanya masing-masing,”ujarnya.

Berbeda dengan Iwan, Ardani (55) mengatakan tidak akan melakukan evakuasi terhadap ikan di keramba miliknya, dikarenakan dirinya tidak memiliki kolam cadangan untuk memindahkan ikan-ikan.

Pada peristiwa kali ini, para pemilik keramba belum ada yang menemukan ikannya dalam kondisi mati. Para pembudidaya keramba ini juga memohon kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan sumber masalah yang terjadi saat ini. (*/fst/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*