Bangkai Paus yang Terdampar Akhirnya Dibakar

Beberapa petugas Senin (2/12/2019) pagi bersiap membakar ikan paus yang terdampar di laut Balikpapan, Minggu (1/12/2019) malam kemarin. (istimewa)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Bangkai ikan paus ditemukan warga di kawasan pesisir pantai belakang Markas Lanud Dhomber Jalan Mulawarman RT 31 Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan pada Minggu (1/12/2019) malam.

Diketahui paus tersebut masuk dalam spesies Paus Bungkuk atau Megaptera Novaeangliae. Diperkirakan berumur 10 tahun dan sudah mati sekira 4-5 hari lalu.

Perwakilan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan Hery Seputro di lokasi kejadian menuturkan bahwa penyebabnya matinya bisa karena banyak faktor.

“Penyebabnya macam- macam karena paus ini ada predator alamai biasanya ikan hiu atau karena sebab tingkah laku manusia. Misalnya ada yang ngebom atau seismik mungkin sonarnya terganggu. Itu bisa mengganggu arah paus kalau terganggu suatu saat akan mati,” ujarnya, Senin (2/12/2019) siang.

Paus tersebut memiliki panjang 10 meter dengan diameter perut 5 meter dengan berat diperkirakan 2 hingga 3 ton. “Kalau dilihat paus ini sudah empat atau lima hari mati. Kalau satu hari masih bisa di lepaskan lagi, ini sudah tiga atau empat,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa kejadian terdamparnya ikan paus di Balikpapan kerap terjadi. Namun spesies Paus Bungkuk baru kali pertama ini.

“Paus terdampar sudah berkali-kali namun paus jenis ini baru kali ini karena kemarin di Pantai Manggar. Sebenarnya paus ini di laut dalam tapi uniknya Balikpapan jadi ada mamalia yang lain menggiring ke sini selain itu di sini kan teduh dan tenang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Air Polresta Balikpapan Iptu Alpon Pasaribu menjelaskan, dalam memusnahkan bangkai paus ini terpaksa dilakukan pembakaran.

“Kita sengaja bakar. Karena ada opsi pertama mau ditarik ke tengah laut sudah tidak memungkinkan. Opsi kedua mau dikubur terlalu lama, karena besar jadi butuh waktu lama. Jadi dibakar,” jelasnya.

Usai dibakar bangkai paus tersebut selanjutnya di kubur di bibir pantai. Sehingga bau menyengat yang ditimbulkan tidak tercium lagi. (k/bom/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*