Klaim Nelayan Tak Gunakan Potasium dan Bom

Nelayan Balikukup Kecamatan Batu Putih, diklaim tak lagi gunakan alat tangkap potasium dan bom ikan.(HENDRA)

BIDUKBIDUK, DISWAY – Terkait adanya indikasi oknum nelayan di Kampung Balikukup Kecamatan Batu Putih, yang masih menggunakan alat tangkap ilegal seperti potasium, dan bom ikan.

Seperti diketahui, oknum nelayan asal Balikukup sempat dicurigai LSM pegiat lingkungan, karena menggunakan potasium untuk mencari ikan, yang di mana berdampak pada sejumlah burung besar dan seekot penyu sisik mati di Pulau Blambangan beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bidukbiduk, AKP Herman, mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah tidak lagi menemukan adanya oknum nelayan yang masih menggunakan alat tangkap yang melanggar aturan.

“Setahu saya sudah tidak ada lagi penggunaan alat tangkap itu di sana,” ungkapnya saat dihubungi Disway, Sabtu (30/11).

Menurutnya, untuk mengantisipasi penggunaan alat tangkap tersebut, pihaknya juga telah menempatkan beberapa personel di Balikukup, dalam memantau aktivitas nelayan. Tak hanya sekadar melakukan pengawasan dan pemeriksaan alat tangkap kepada semua nelayan.

Apalagi, pihaknya juga secara berkala melakukan patroli di areal rawan penggunaan alat tangkap ilegal.

“Kami pantau terus. Dan sekarang masyarakat nelayan juga sudah meninggalkan alat tangkap itu,” ujarnya.

Sementara, terkait adanya dugaan oknum nelayan Balikukup menangkap sampai di Pulau Blambangan. Menurutnya, sangat jarang ada nelayan dari Balikukup mencari ikan ke Blambangan. Apalagi menggunakan potasium untuk mencari ikan.

“Tidak ada. Dari keterangan Kapospol Balikukup memang hampir tidak ada nelayan yang ke sana mencari ikan. Apalagi menggunakan potasium. Bisa saja itu nelayan dari daerah lain,” bebernya.

Guna menghindari penggunaan alat tangkap perusak lingkungan dan ekosistem, pihaknya kerap melakukan pendekatan dan penyuluhan ke seluruh nelayan yang ada di wilayah Balikukup. Upaya yang dilakukan oleh jajaran Polsek Bidukbiduk, disambut positif.

Dengan pendekatan yang dilakukan pihaknya, mereka yang awalnya menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan, sudah beralih. Seperti pancing, dan jaring. Jadi memang, sudah tidak ada lagi.

“Apalagi razia dan patroli laut juga dilakukan,” bebernya.

Kendati demikian, pihaknya tetap tidak menutup mata, dan akan terus melakukan pencegahan dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan.

Tetap imbauan, dan pengawasan serta patroli selalu kami giatkan. Karena bagaimanapun penggunaan potasium dan bom ikan itu melanggar hukum, dan siapapun pelakunya akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (*ZZA/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*