Golkar Laris Manis

Sudah 7 Nama Ambil Formulir

TANJUNG REDEB, DISWAY – Para bakal calon (balon) kepala daerah terus berdatangan ke Sekretariat DPD Golkar Berau, guna berkompetisi mendapatkan tiket untuk bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Tercatat, Senin (2/12), tujuh nama yang telah mengambil formulir dalam penjaringan bupati/wakil bupati DPD Golkar Berau. Di antaranya Agus Tantomo (NasDem), Gamalis (PPP), Taupan Madjid, Seri Marawiah (Golkar), Dewi Sartika (Golkar), Syarifatul Syadiah (Golkar) dan Rusianto (Gerindra).

Ketua Penjaringan DPD Golkar Berau, Ibrahim mengatakan, sejak dibukanya pendaftaran pada 28 November hingga 2 Desember, sudah tujuh nama yang telah ambil formulir memperebutkan tiket maju Pilkada 2020.

“Ada tujuh nama yang sudah ambil (formulir), tiga dari kader dan empat dari non kader Partai Golkar,” katanya kepada Disway Berau saat ditemui di Sekretariat DPD Golkar Berau, kemarin.

Dari tujuh nama, ungkap Ibrahim, hanya tiga nama yang mengambil formulir tanpa perwakilan, yakni Gamalis, Rusianto dan Syarifatul Syadiah. Sementara, nama yang diwakilkan oleh simpatisan maupun tim akibat sedang berada di luar kota.

“Kalau pendaftaran mau ambil sendiri atau diwakilkan tidak masalah, sah-sah saja. Jika diwakilkan, harus membawa surat kuasa,” terangnya.
Banyaknya balon di luar kader yang merapat ke partai yang identik dengan warna kuning ini, menurut Ibrahim, sangat wajar. Eksistensi di dunia politik tidak dapat diragukan.

Partai Golkar, dikatakannya, selalu menjadi partai pemenang dengan memperoleh enam kursi pada pemilihan legislatif (Pileg). Perolehan itu, menjadi modal atau kunci maju pada perhelatan pesta demokrasi tingkat kabupaten.

“Meski tidak membuka penjaringan atau berkoalisi, bisa mengusung kader sendiri. Karena syarat enam kursi telah terpenuhi,” sebutnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan mekanisme penjaringan maupun membuka pintu seluas-luasnya sejumlah partai politik (Parpol) yang ingin berkoalisi.
“Kendati memiliki kader potensial dan memenuhi syarat untuk mengusung kader sendiri, Golkar tidak seperti itu. Kami tetap melakukan penjaringan secara terbuka, baik kader maupun non kader,” terangnya.

Ibrahim memprediksi, masih ada sejumlah nama di bursa balon kepala daerah yang akan mendaftar ke partai berlambangkan pohon beringin itu. Salah satunya yang digadang-gadang ikut merapat ke Golkar, yaitu Muharram.

“Berdasarkan komunikasi dan informasi dengan tim pengusung Muharram, berencana mengambil formulir. Kalau waktunya belum diketahui,” jelasnya.
Untuk pendaftaran penjaringan balon bupati/wakil bupati akan di tutup secara resmi, Kamis (4/11). Sementara, untuk pengembalian formulir diberikan waktu sepuluh hari setelah penutupan penjaringan, tepatnya 5-15 Desember 2019.

Namun, mekanisme pengembalian formulir tidak dapat diwakilkan. Jika sampai waktu yang ditentukan tidak mengembalikan formulir penjaringan, balon dinyatakan gugur atau mengundurkan diri.

“Tidak bisa dan tidak ada alasan diwakilkan. Itu sudah mekanisme yang sejak awal, diterangkan kepada para balon saat pengambilan formulir,” tandasnya.(*/jun/app).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*