Pengembang Lokal Minta Dilibatkan

Bagus Susetyo. (ist)

Pembangunan Perumahan ASN di IKN

Samarinda, DiswayKaltim.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kaltim Bagus Susetyo memperkirakan terdapat 320 ribu unit rumah. Yang dibutuhkan setelah ibu kota negara (IKN) dipindahkan ke sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Perumahan itu akan digunakan oleh satu setengah juta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di IKN. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), terdapat dua ring yang akan digunakan untuk pembangunan perumahan.

“Di ring dua itu rumah vertikal atau apartemen. Khusus untuk ASN. Ini dekat dengan lokasi IKN. Supaya ASN mudah ke kantor,” ungkapnya kepada Disway Kaltim, Selasa (3/12/2019) sore.

Sementara di ring enam, terdapat hunian untuk ASN dan warga yang tinggal di sekitar IKN. Di ring ini, diisi penghuni dari berbagai latar belakang.

“Paling tidak itu potensi penyediaan rumah. Prosesnya masih lama sekali,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Ia berharap pada saat pembangunan Istana Negara, pelaku pembangunan seperti investor, supplier, konsultan, dan kontraktor bermukim di Samarinda dan Balikpapan. Di dua kota penyangga IKN.

Pasalnya, pembukaan kawasan baru di sekitar IKN tak mudah. Dibutuhkan kesediaan listrik dan air. Keunggulan tinggal di dua kota tersebut, sudah tersedia jalan tol. Ketersediaan jalan tol akan memudahkan pelaku pembangunan melakukan hilir mudik menuju kawasan IKN.

“Kita berharap mereka tinggal di dua kota itu. Banyak perumahan dan apartemen yang tersedia. Dari pada buka kawasan baru,” sarannya.

Kata Bagus, terdapat 60 pengembang aktif di bawah naungan DPD REI Kaltim. Tersebar di Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Sangatta. Para pengembang itu dapat memanfaatkan peluang pembangunan puluhan ribu perumahan di sekitar kawasan IKN.

“Tergantung kawan-kawan mengambil kesempatan ini. Sampai saat ini kita belum tahu pengaturannya seperti apa. Kita berharap pengembang lokal diberikan porsi yang lebih. Untuk mengerjakan rumah-rumah sederhana atau tipe kecil,” harapnya.

Sejatinya, lanjut Bagus, pengembang lokal dapat mempersiapkan diri untuk terlibat dalam pembangunan perumahan tersebut. Sebelum aturan dibuat pemerintah, ia meminta pengembang lokal menyiapkan modal kerja.

“Kalau ada lokasi-lokasi yang agak baik, mulai ditinjau. Dilihat mana yang kira-kira diperlukan. Jangan sampai salah lokasi juga. Giliran sudah dapat lokasi, malah jadi kawasan IKN. Nanti kita disuruh keluar,” ucapnya. (qn/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*