Polisi Ikut Memantau

Manajemen KLK Sudah Temui Bupati

Saluran di perkebunan sawit PT.HHM yang berbau busuk dan diduga bermuara ke sungai.(HENDRA IRAWAN)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Dugaan pencemaran limbah oleh anak usaha PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Grup yakni PT Hutan Hijau Mas (HHM) dan PT Satu Sembilan Delapan, hingga saat ini masih terus bergulir.

Pemerintah Kabupaten Berau, masih menunggu hasil laboratorium. Sementara, kepolisian ikut memantau.

Bupati Berau  Muharram mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, belum menyiapkan langkah hukum apa yang akan diambil, apabila KLK Grup terbukti melakukan pencemaran.

“Dikembalikan ke aturan saja. Mereka (manajemen KLK Grup) sempat menghadap saya. Dan bersikeras mengatakan tidak ada pencemaran. Jika ada, maka harus dibuktikan secara ilmiah,” ujar Muharram.

Lanjut orang nomor satu du Bumi Batiwakkal, walaupun hasil kajian sementara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, memperkuat dugaan pencemaran berasal dari sejumlah perkebunan sawit di bawah KLK Grup, namun pihaknya akan tetap berpatokan dengan hasil uji laboratorium.

Jika melihat versi DLHK, diakui Bupati, sebenarnya pemerintah sudah bisa mengambil kesimpulan. Tetapi KLK Grup tidak puas dengan kesimpulan itu. Dan merasa benar. Padahal, di saluran irigasi kebunnya ada kandungan asam yang tinggi.

“Saya menunggu hasil putusan DLHK apa kesimpulannya? Kalau kesimpulannya salah, kemudian tidak terima, kami akan menyurat ke (lembaga) yang lebih tinggi, ke Kementerian Lingkungan Hidup,” tegas Muharram.

Pasalnya, dinilai Muharram, KLHK yang punya kewenangan untuk melakukan investigasi dan melakukan kajian secara ilmiah, mampu membuktikan atau tidak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo Saputro saat di konfirmasi terkait dugaan pencemaran Sungai Segah ini, mengaku belum melakukan pemeriksaan terhadap KLK Grup. Ia beralasan sampai saat ini kepolisian juga menunggu hasil resmi uji laboratorium yang dilakukan pemerintah daerah melalui DLHK.

“Kami tetap pantau terus, tim juga sudah cek ke lapangan tapi belum ada tindakan apa-apa. Menunggu hasil uji laboratorium saja, kalau misalnya positif limbah pasti kami juga bergerak dan tidak tinggal diam,”tutupnya singkat. (*/zuh/app)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*