Hadapi Tantangan Persaingan, UMKM Didorong Gunakan Teknologi Digital

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto. (Darul Asmawan/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto menyebut Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu menjawab tantangan persaingan dengan penggunaan teknologi digital.

“Karena secara teori, penggunaan teknologi dalam sektor UMKM, sangat efektif untuk memperluas akses pasar, akses modal dan lain sebagainya,” jelas Bimo.

Temu UMKM Balikpapan 2019 yang digagas KPw BI Balikpapan di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (5/12/2019) diharapkan menjadi stimulan.

Sebanyak 244 pelaku UMKM Balikpapan hadir dalam kegiatan bertajuk Sinergi Transformasi Mendorong Inklusifitas Ekonomi Daerah itu.

Bimo Epyanto menjelaskan, kegiatan bertujuan memberikan informasi untuk memperkuat pelaku-pelaku UMKM di era penggunaan teknologi digital. Seiring semakin ketatnya persaingan dan tantangan usaha yang semakin berat.

Bimo menyebut hal ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan dan meningkatkan kapasitas pelaku-pelaku UMKM dalam penggunaan teknologi digital.

“Kedepannya akan diikuti dengan kegiatan-kegiatan pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan. BI juga bisa membantu dari sisi alat-alat penunjang,” tuturnya.

Secara umum, kata Bimo, perkembangan sektor UMKM di Balikpapan menuju kearah yang positif. Ada peningkatan kuantitas pelaku UMKM yang produktif. Maupun juga jenis usahanya. Itu salah satu indikasi positif pertumbuhan ekonomi daerah.

“Apalagi dengan hadirnya IKN nanti. Itu akan menjadi peluang, karena Balikpapan akan menjadi daerah penyangga. Bisa saja nanti kebutuhan untuk barang dan jasa pembangunan IKN, dipenuhi oleh UMKM,” tandasnya.

Dalam kegiatan itu juga, digelar dua sesi talkshow. Sesi pertama, membahas mengenai inovasi brand dan kemasan produk kreatif, untuk UMKM naik level.

KPw BI Balikpapan mendatangkan pelaku UMKM ternama asal jogjakarta. Dia adalah Asri Meikawati, owner Cokelat Ndalem Yogyakarta. Lalu Angga Wijianto, owner Kalu Art Yogyakarta dan Dodi Zulkifli CEO Neyma Brand Identity, konsultan brand dan desain produk.

Pada sesi kedua, talkshow membahas transformasi UMKM di era digital. Hadir sebagai narasumber, Aswin Kosotali (Bank Indonesia), Yuki Isya Pramasa (VP of straegic business partnership OVO) dan Sani Gazali (pandir intertainment).

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan Dortje Marpaung, yang turut hadir pada kegiatan tersebut memuji inisiatif KPw BI Balikpapan.

“Sangat bermanfaat kegiatannya ini. Ini yang sebenarnya dibutuhkan UMKM kita. Yaitu mengenalkan para pelaku UMKM, cara-cara nge-branding, cara menciptakan keunikan kemasan, sehingga brand produk itu bisa naik level,” ujarnya.

Itu penting, kata dia, karena peran sektor UMKM dalam pertumbuhan ekonomi daerah ini sangat besar, baik di daerah maupun tingkat nasional.

“Contohnya saja, yang saya lihat kemarin itu, peran sektor manufaktur di Balikpapan terhadap PDRB Kaltim, itu sekitar 15%. Itu kan jelas, di dalamnya ada UMKM dan IKM,” papar dia.

Dia melanjutkan, bahwa pertumbuhan UMKM di Balikpapan sangat pesat. “Data update 2019, UMKM di Balikpapan ada 21 ribu sekian. Tapi kalo yang berizin itu baru sekitar 3.200 UMKM,” pungkas Dortje. (das/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*