Pertumbuhan Ekonomi Balikpapan di Bawah 5 Persen

Bimo Epyanto. (Ferry Cahyanti/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memperkirakan ekonomi daerah ini tumbuh melambat.

Mereka memproyeksi pertumbuhan di kisaran 4,2 hingga 4,7 persen. Atau di bawah 5 persen. Kondisi ini dipengaruhi sektor industri pengolahan. Khususnya karena pemeliharaan rutin industri pengolahan migas.

Meski begitu, perlambatan lebih dalam mampu tertahan oleh kinerja sektor konstruksi. Bisa dibilang, sektor ini mengalami kenaikan. “Pertumbuhan ekonomi tahun ini memang lebih rendah dari proyeksi tahun 2020 yang bisa di atas 5 persen,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, dalam Pertemuan Tahunan Ekonomi Daerah Tahun 2019, Kamis malam, (6/12/2019).

Di tengah tantangan perekonomian, kinerja konstruksi mengalami pertumbuhan melalui realisasi proyek strategis nasional dan peningkatan aktivitas perdagangan dan transportasi. Bimo menjelaskan, perlambatan ekonomi Balikpapan bersumber melemahnya net ekspor daerah.

Akan tetapi kemampuan investasi dari pemerintah dan swasta di sepanjang tahun 2019 mengalami peningkatan. “Pembentukan modal tetap bruto meningkat,” ujarnya.

Bank Indonesia merinci kontribusi pertumbuhan ekonomi dari sektor kontruksi sebesar 15 persen, transportasi 12 persen, perdagangan 9 persen, industri pengolahan sebesar 45 persen.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada 2018 sebesar 4,6 persen yang didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan swasta, akselerasi investasi terutama pada pembangunan infrastruktur pemerintah dan swasta.

Pada pertemuan tersebut, pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten PPU dan Paser, tahun 2019  akan tumbuh tinggi masing-masing dalam kisaran 2,5 hingga 3,0 persen dan 5,0 hingga 5,5 persen didukung oleh peningkatan kinerja sektor tambang.

Terpisah, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kaltim sebesar 5 persen. Karena pertumbuhan ekonomi I dan II sudah mencapai 7 persen. “Kita lihat pertumbuhannya bagus, karena pertumbuhan itu dibentuk oleh konsumsi dan investasi. Termasuk bagaimana kondisi inflasi yang terkendali,” ucapnya.

 

Dia menambahkan investasi tahun ini sangat bagus khususnya pada pembangunan infrastruktur. “Investasi dari masyarakat atau swasta juga bagus. Sektor pertambangan juga mendominasi sebesar 45 persen untuk ekonomi Kaltim,” pungkas Isran Noor.

Berdasarkan Data Pusat Statistik, Ekonomi Kalimantan Timur triwulan II/2019 terhadap triwulan II/2018 tumbuh 5,43 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan capaian triwulan II/2018 yang tumbuh sebesar 1,92 persen. Sedangkan triwulan III/2019 terhadap triwulan III/2018 tumbuh sebesar 6,89 persen (y-on-y) atau lebih tinggi dibanding capaian triwulan III/2018 yang tumbuh sebesar 1,83 persen.(fey)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*