Sumber Air Baku Ibu Kota Baru dari Bendungan Batu Lepek

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono. (Darul/Disway Kaltim)

Sepaku, Disway Kaltim.com — Bukan di wilayah Penajam Paser Utara, bukan pula di Balikpapan. Pemerintah ternyata sudah memutus sumber air untuk penghuni ibu kota baru dari Bendungan Batu Lepek. Di wilayah manakah itu?

“Ada di wilayah Kutai Kartanegara. Targetnya tahun depan sudah mulai dilelang,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono.

Pemerintah memang terkesan gercep menentukan sumber air baku, sebagai salah satu kebutuhan utama wilayah ibu kota. Keputusan itu sekaligus menghentikan silang sengketa Balikpapan dan PPU dalam menentukan asal air baku di IKN.

Bendungan Batu Lepek digadang punya kapasitas  daya tampung sebesar 230 juta meter kubik. Dari jumlah itu diperkirakan menghasilkan kapasitas produksi sebesar 14.300 liter per detik. Jumlah itu setara dengan delapan kali kemampuan produksi PDAM Balikpapan saat ini.

Dalam tinjauan ke calon ibu kota hari Kamis (5/12/2019), Basuki mengatakan bendungan tersebut telah memasuki  tahap pembuatan desain. “Konsep pelelangannya desain and build. Jadi berbarengan dalam desain dan pembangunan supaya tak memakan waktu,” katanya.

Tapi kata menteri yang hobi menggebuk drum ini, Batu Lepek bukan sumber air tunggal. Ada dua bendungan kecil lainnya di kawasan sekitar IKN. Yaitu Bendungan Beruas dengan daya tampung 55 juta meter kubik.  Kapasitas produksinya 725 liter per detik.  Selanjutnya ada Bendungan Safiak yang mampu menampung 22,65 juta meter kubik dengan kapasitas produksi sebesar 1.100 liter per detik.

Dua bendungan  berfungsi sebagai pendukung pasokan untuk perkembangan wisata, taman hiburan atau rekreasi. Tak hanya ketiga bendungan tersebut, rencana pembangunan bendungan di lokasi IKN, yakni Sepaku—Semoi juga terus dilanjutkan. Namun peruntukkannya mengalami sedikit perubahan.

Semula pembangunannya untuk menyuplai Kota Balikpapan sebesar 2.000 liter per detik dan Sepaku 500 liter per detik. Namun dengan rencana IKN, akan lebih banyak dialirkan ke Sepaku. Sementara untuk Balikpapan akan dicarikan sumber alternatif lain untuk memasok air bersih.

Pembangunan bendungan Sepaku—Semoi juga akan mulai dilelang pada awal Januari. Nilai investasinya diperkirakan menelan hingga Rp 700 miliar. Pasalnya daya tampungnya cukup besar hingga 11 juta meter kubik.

Luas pembebasan lahan mencapai 300 hektare yang sebagian diantaranya milik warga. Kementerian ATR/BPN tengah menyesuaikan besaran ganti rugi.

 

Kementerian PUPR  menekankan  ketersediaan air baku di dua calon penyangga ibu kota, Samarinda dan Balikpapan. Kedua kota ini  sama -sama mengalami  defisit air baku.

Mengatasi masalah itu, pemerintah mengoptimalkan beberapa sumber yang sudah ada. Seperti Bendungan Teritip yang baru selesai dibangun, kemudian Bendungan Manggar, dan Bendungan Samboja. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*