Charis Yulianto Harap Timnas Bermain Pragmatis saat Sua Vietnam

Mantan bek timnas Indonesia Charis Yulianto. (Tebe/Disway Kaltim)

Samarinda, Disway Kaltim – Terakhir kali Indonesia mendapat medali emas di cabang olah raga sepak bola Sea Games adalah 1991 lalu. Setelahnya, Indonesia hanya berstatus raksasa tanpa gelar juara.

Berkali-kali menyentuh babak akhir, tapi selalu kandas. Hal ini sampai membuat para pencinta bola frustasi dan menyebut Indonesia spesialis juara kedua.

Mantan bek timnas Indonesia, Charis Yulianto yang kini menjabat asisten pelatih Borneo FC mengatakan, kutukan itu sangat bisa diputus. Tentu dengan beberapa syarat.

“Indonesia sangat mungkin untuk juara. Tergantung seberapa keras pemain berjuang. Seberapa mau mereka berlari sepanjang pertandingan. Kalau daya juang tinggi, maka sangat mungkin untuk juara,” ujar eks Arema.

Secara taktikal, Charis berharap timnas bermain pragmatis ketimbang memaksakan selalu menyerang. Pasalnya di atas kertas, Vietnam lebib superior dibanding Garuda Muda.

“Saya kira mereka harus bermain lebih sabar. Saat kalah di fase grup, sebenarnya permainan timnas sudah bagus. Mereka membuat compact defense dan membuat 1 gol dari counter attack. Strategi itu sudah tepat karena Vietnam sangat superior. Hanya pemain harus bisa lebih sabar saja,” lanjutnya.

Charis menilai jika tak memungkinkan membuat gol dari open play, pemain harus lebih sabar dalam bertahan sembari mencari celah serangan balik.

“Saya kira jika timnas bisa menahan hingga 90 menit, itu sudah bagus. Terlepas dari itu, kita sangat percaya pada Coach Indra mampu menerapkan strategi yang tepat di partai final nanti,” tutupnya. (ava/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*