Garuda Pangkas Rute Penerbangan Balikpapan

General Manager PT Garuda Indonesia Airlines Tbk. Balikpapan, Boydike Kussudiarso. (Ferry Cahyanti/Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Bisnis penerbangan belum pulih dari hantaman krisis ekonomi. Demi tetap bertahan, maskapai Garuda Indonesia terpaksa memangkas sejumlah rute.  Jalur yang selama ini diangap paling gemuk, Balikpapan—Jakarta, dipangkas menjadi lima kali dalam sehari dari semula delapan kali penerbangan. Begitu pula dengan rute Balikpapan – Berau dipangkas menjadi dua kali sehari.

General Manager PT Garuda Indonesia Airlines Tbk. Balikpapan, Boydike Kussudiarso mengatakan, pemangkasan rute tersebut dilakukan sebagai upaya optimalisasi pendapatan.

“Seluruh rute dari dan ke Balikpapan sepanjang tahun ini mengalami penurunan sebesar 17 persen. Karena itu kami melakukan penyesuaian,” kata Boydike.

Garuda melayani rute dari Balikpapan – Jakarta,  Balikpapan– Berau,  Balikpapan –Banjarmasin dan Balikpapan Jogjakarta. Maskapai pelat merah itu terlebih dulu menghilangkan rute Balikpapan-Surabaya dan mengalihkannya ke anak perusahaan, Citilink.

Garuda, kata Boydike, menerapkan ekosistem dengan mengoptimalkan pendapatan yang ada. “Kondisi sebelumnya (perang harga) menjadi salah satu pemicu beratnya ongkos operasional penerbangan,” dia menambahkan.

Kondisi itu diperparah dengan depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika yang berpengaruh terhadap harga bahan bakar. “Kita tahu sektor ini merupakan bisnis padat modal dengan komponen terbesar penggunaan avtur yang bergantung pada konversi dolar Amerika ke rupiah,” ucapnya.

Mempertimbangkan berbagai keadaan itu, serta terjadinya perubahan trafik, Garuda akan fokus pada penerbangan domestik dengan rute yang ada. “Belum ada rencana menambah rute penerbangan baru. Termasuk nanti saat Natal dan Tahun Baru,” kata Boydike lagi.

Boydike berharap isu ibu kota baru bisa mengangkat pergerakan orang dan barang ke Balikpapan pada pertengahan tahun depan.

Harapan di Sektor Pariwisata

Selain isu ibu kota negara, pariwisata diharapkan menjadi salah satu sektor yang bisa mengangkat industri penerbangan. Karena itu, dia berharap pemerintah daerah lebih serius menggarap sektor ini.

“Kami melihat swasta yang lebih serius mengembangkan pariwisata. Bahkan, ada beberapa pulau yang dikelola asing sangat bagus. Mereka pernah men-carter Garuda Indonesia untuk terbang,” imbuh Boydike.

Swasta, katanya, lebih aktif mencari pengunjung dan memikirkan bagaimana wisatawan bisa datang. Berau dengan Pulau Maratua memiliki potensi bagus. Bahkan, di sana juga banyak potensi pariwisata lainnya.

Tingkat keterisian Balikpapan-Berau saat ini sekitar 72 persen yang didominasi pekerja atau urusan bisnis. “Namun saat ini sudah tidak ada  (penerbangan) tujuan Maratua,” sesal Boy.

Dia menyoroti keseriusan pemerintah membangun akses dan infrastruktur ke lokasi pariwisata. Boydike mengambil sampel di Balikpapan. Yang mana akses Hutan Mangrove yang sulit dicapai dan di permukiman warga. Tempat penangkaran Beruang Madu yang bagus namun akses jalan masih buruk.

Di Berau tak kalah memprihatinkan. Banyak potensi wisata tak menarik minat pelancong karena infrastruktur kurang bagus. Selain itu fasilitas umum dan sarana kurang dijaga. “Yang dulunya bagus, sekarang sudah kurang layak dan tidak bisa menarik wisatawan domestik dan asing,” pungkasnya. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*