Kerja karena Ingin Mandiri

Septania Priska Pratiwi

BAGI sebagian wanita, mungkin merasa tidak betah jika bekerja di sektor pertambangan, apalagi harus menghabiskan sebagian waktunya di pekerjaan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Septania Priska Pratiwi.

Bangun tidur pukul 04.00 Wita dini hari, untuk mempersiapkan diri bekerja pukul 05.30 Wita dan kembali pulang sekitar pukul 16.30 Wita, telah menjadi kebiasaan gadis yang akrab disapa Tania ini.

Menurut dara kelahiran 7 September 2000 itu, bekerja di perusahaan bidang pertambangan memang memiliki tantangan tersendiri, dan tidak semua membuat betah. Akan tetapi, jika hal itu dijalani dengan mengikuti proses yang benar, maka kesenangan dalam bekerja di perusahaan itu menjadi menyenangkan.

“Bagiku, setiap pekerjaan yang dilakukan harus disenangi. Sekarang pekerjaan itu bagi saya sudah sebagai hobi yang harus dilakukan,” ungkapnya, Senin (9/12) kemarin.
Gadis berusia 19 tahun yang bekerja di PT. Putra Perkasa Abadi (PPA) itu mengaku, sangat suka berinteraksi dengan orang di sekitarnya, dan belajar memahami tentang kepribadian orang yang ditemuinya. Seperti berinteraksi dengan setiap karyawan yang ada di tempat ia bekerja.

Terlebih dirinya bekerja di bidang Administrasi HRD (Human Resource Department), di mana sangat erat kaitannya dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Lanjut Tania, divisi tersebut merupakan suatu manajemen perusahaan yang bertugas untuk mengatur serta mengembangkan SDM, untuk meningkatkan kemampuan seluruh pekerja yang ada dalam suatu perusahaan.

“Dan saya merasa itu adalah passion saya. Jadi saya sangat menikmati pekerjaan itu,” bebernya
Walaupun dirinya kerap mengalami sejumlah kendala dalam menjalankan tugasnya. Akan tetapi, setiap persoalan hal yang dihadapi harus diselesaikan dengan kepala dingin.

“Itu pasti ada, kami juga harus menyelesaikan persoalan itu tanpa harus mengeluarkan banyak energi,” jelasnya

Alumni SMA 7 Berau, yang telah bekerja di perusahaan pertambangan sejak setahun terakhir, setelah dirinya lulus di bangku SMA. Ada beberapa hal yang melatarbelakanginya mencari pekerjaan dan tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi setelah lulus SMA.

Salah satu faktor yang membuat terjun di dunia kerja, lantaran penghasilan yang didapatkan dari perusahaan cukup besar. Selain itu, dirinya sebagai anak pertama dari tiga bersaudara merasa memiliki tanggung jawab moral, untuk bisa meringankan beban keluarganya, dengan menanggung sebagian kebutuhan ke dua adiknya.
“Saya juga ingin mandiri, dan mermbantu ke dua orangtua saya dalam membiayai kebutuhan adik-adik saya,” ujarnya.

Meski diakuinya, keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi masih kuat. Bahkan, dirinya juga berencana akan mengambil kuliah melalui universitas terbuka dengan sistem online. Sehingga, dirinya bisa melanjutkan pendidikannya tanpa menghambat pekerjaan yang saat ini tengah digelutinya.

“Itu rencana saya kedepan. Kalau dulu kan terkendala biaya. Sekarang saya sudah bekerja, jadi bisa saya lakukan. Apalagi itu sifatnya online juga,” terangnya.

Baginya pekerjaan dan pendidikan sama-sama penting, sebab keduanya saling berhubungan. Meskipun konsekuensinya Tania harus mampu mengatur waktunya agar pekerjaan dan kuliahnya sama-sama berjalan.

“Ya harus, karena bagi saya dua-duanya itu penting juga untuk masa depan,” pungkasnya. (*ZZA/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*