Raih Medali di SEA Games

Nenni Marlini, Atlet asal Berau

Nenni Marlini mendapatkan perunggu di cabor layar kelas selancar air di SEA Games 2019 di Filipina.(istimewa)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Setelah harus menunggu belasan tahun, akhirnya atlet Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Berau, bisa memberikan medali perunggu di ajang Shoutheast Asian Games (SEA Games) 2019 di Filipina, melalui atlet junior bernama Nenni Marlini, di nomor Selancar Angin.

Disampaikan Ketua Porlasi Berau, Teddy Abay yang juga merangkap sebagai ketua II Pengurus Besar (PB) Porlasi Pusat, Bidang Bina Prestasi (Binpres), dan Bidang Lomba, apa yang diberikan atlet asal Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan itu, patut diapresiasi.

“Perunggu yang diperoleh Nenni ini menjadi satu-satunya medali yang diperoleh dari cabang layar di SEA Games,” ungkapnya saat dihubungi Disway Berau di Filipina, Senin (9/12).

Meski mendapatkan perunggu, pihaknya turut bangga. Pasalnya, penantian selama 19 tahun bisa terwujud meskipun belum mendapatkan emas. Dijelaskannya, ada 5 atlet yang diboyong ke SEA Games di Filipina, yakni 4 atlet dari Kabupaten Berau binaan Boat Hause, Tanjung Batu. Dan seorang atlet lainnya berasal dari Jakarta dan didampingi 5 ofisial.

Nenni terbilang masih berusia sangat muda, yakni 18 tahun. Menurut Teddy, merupakan aset dan atlet jangka panjang, untuk itu akan terus dilakukan pembinaan secara berkelanjutan.

Dengan keikutsertaan atletnya di SEA Games, maka atletnya sudah punya orientasi di tingkat internasional. Dan program latihan pun dikhususkan untuk mengikuti ajang lomba internasional. “Atlet Berau jadi tim pendukung utama dalam pelatihan nasional yang berkelanjutan. Di mana Pelatnas akan dilakukan di Indonesia Nasional Sailing Centre (INSC) yang ada di Jakarta,” terangnya.

Setelah menghadapi SEA Games, pihaknya pun akan konsentrasi di PON Papua 2020 mendatang. Bahkan lanjut dia, sepulangnya dari Filipina, pihaknya langsung menggelar program Training Centre (TC) PON yang rencananya akan dilaksanakan di tiga daerah. Yakni di Tanjung Batu, INSC Jakarta, dan di Malaysia, tepatnya di Kinabalu, Sabah.

“Tergantung kelas lomba yang akan diperkuat. Dengan target 7 medali emas atau juara umum di PON Papua 2020,” jelasnya

Dengan mulai bangkitnya olahraga layar di kancah internasional, khususnya SEA Games, membuat pihaknya terus termotivasi untuk berbuat lebih baik kedepannya.
“Dari sini juga kami lakukan evaluasi, agar kedepan atlet-atlet Porlasi Berau menjadi lebih baik lagi dan mampu bersaing dengan negara lain,” pungkasnya. (*ZZA/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*