Laka Laut, Dua Orang Tewas Tiga Lainnya Selamat

Skenario simulasi laka laut sedang di laksanakan oleh tim SAR gabungan. (Andrie/Disway Kaltim)

=============


Balikpapan, DiswayKaltim.com
– Terjadi lagi, laka laut di Perairan Teluk Balikpapan. Sebanyak lima orang pekerja kapal tenggelam pada Rabu (11/12/2019) pagi. Sontak kejadian ini membuat jajaran SAR Gabungan bersama Lanal Balikpapan sigap melakukan evakuasi terhadap korban.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang masuk melalui radio komunikasi ke pos TNI AL, jajaran Lanal Balikpapan bergegas berkoordinasi dengan Basarnas Balikpapan dan menuju lokasi kejadian dengan menggunalan KM Lamaru. Tim dibantu dengan sejumlah kapal speed TNI AL.

Sesampainya di lokasi kejadian terdapat korban yang nyaris tenggelam. Beruntung jajaran Lanal Balikpapan membantu penyelamatan menggunakan kapal speed dan mengevakuasinya ke atas KM Lamaru. Tiga orang korban pun berhasil diselamatkan.

Namun, terdapat dua orang korban yang tewas mengapung di laut. Kedua korban tersebut satu per satu di evakuasi menggunakan kantong mayat milik Basarnas dan mengevakuasinya ke atas KM Lamaru. Lalu jenazah dibawa ke dermaga Pelabuhan Semayang untuk kemudian dibawa ke Rumah Sakit.

Rupanya kejadian tersebut hanyalah bagian dari simulasi kesiapsiagaan dalam kondisi darurat kebencanaan yang digelar oleh Lanal Balikpapan dan Basarnas, BPBD, Tagana dan lainnya sejak Selasa (10/12/2019) kemarin.

“Alhamdulillah hari ini sudah melaksanakan simulasi SAR. Yakni ada dua jenis korban, yaitu korban hidup dan meninggal. Jadi semuanya prosedur pertolongan telah kita lakukan. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan Kansar sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik,” ujar Palaksa Lanal Balikpapan, Mayor Laut (P) Khairul Anwar,  usai kegiatan di dermaga Pelabuhan Semayang.

Khairul mencatat sejumlah koreksi untuk bahan evaluasi jajarannya. Seperti cara kemudi kapal ketika dalam kondisi hendak mengevakuasi korban serta lainnya. Tentu koreksi tersebut akan menjadi catatan untuk kegiatan selanjutnya.

“Untuk beberapa koreksi, selain melakukan pertolongan, kami juga melatih profesionalisme untuk kapal agar bermanuver yang bagus, lalu bagaimana berkoordinasi dengan instansi yang lain, sehingga keterpaduan bisa terlaksana dengan baik dan lebih sempurna,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Sumber Daya Kantor SAR Balikpapan, Eko Lativania mengatakan, dalam kegiatan tersebut sudah berlangsung sesuai prosedur. Meskipun memang ada beberapa catatan dan kendala ketika melakukan evakuasi di perairan. Yakni salah satunya ialah kelengkapan alutsista yang dibutuhkan serta permasalahan cuaca. Hal inilah yang sering dihadapi jajaran SAR ketika melakukan evakuasi atau pencarian korban di perairan.

“Kegiatan di air itu kita ada prosedur yang harus dilaksanakan, terutama untuk safety bagi si penolong itu sendiri. Kendalanya kegiatan di air itu adalah iklim dan alutnya terbatas,” jelasnya. (bom/dah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*