Peluang Ekspor Tinggi, Kaltim Harus Punya Pabrik Pengolahan Walet

Pabrik Pengolahan Sarang Walet di Semarang. (ist)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi berharap Kaltim memiliki pabrik pengolahan sarang burung walet. Hal ini mengingat produksi sarang walet di daerah ini cukup besar. Tahun ini saja lalu lintas sarang burung walet yang melalui Karantina Pertanian Balikpapan mencapai 177 ton.

Dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, pada Selasa (10/12/2019)  Wagub menjelaskan sarang burung walet merupakan salah satu komoditas ekspor. Cina menjadi negara tujuan terbesar dari pasar sarang burung walet Indonesia.

“Apabila eskpor sarang burung walet dapat langsung melalui Kalimantan Timur maka akan meningkatkan pendapatan bagi daerah dan devisa bagi negara,” kata Hadi Mulyadi. Ia optimistis Kaltim mampu mengolah sarang walet karena potensi yang dimiliki cukup besar. “Kami menaruh harapan besar di Kaltim ada tempat pemrosesan sarang walet seperti di Semarang,” katanya.

Menurut Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, produk sarang burung walet diekspor ke Cina. Komoditas ini bisa diterima di Negeri Tirai Bambu sesuai protokol yang telah disepakati kedua negara. Yaitu harus dipanaskan dengan suhu inti 70 derajat celcius selama 3,5 detik. Di mana kandungan nitrit tidak lebih dari 30 ppm dan mempunyai jaminan ketertelusuran sampai rumah walet.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan Abdul Rahman menambahkan,  tempat pemrosesan sarang burung walet harus teregistrasi di Indonesia dan Cina. Hal Ini menjadi kunci agar sarang burung walet asal Kalimantan Timur memenuhi persyaratan sehingga mampu menembus langsung pasar global. “Di sisi lain adanya tempat pemrosesan sarang burung walet akan mampu menyerap tenaga kerja di wilayah Kalimantan Timur ,” jelas dia.

Abdul Rahman menilai Kaltim memiliki potensinya sangat besar, namun karena belum memenuhi persyaratan ekspor maka sarang burung walet asal Kaltim masih dilalulintaskan domestik. “Hingga bulan November sebanyak 177 ton sarang burung walet telah dilalulintaskan melalui Karantina Pertanian Balikpapan,” sebut Abdul Rahman. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*