Kalah atau Menang, Pusamania Tetap Setia

 

Samarinda, Disway Kaltim – Perjalanan Borneo FC musim ini bak roller coaster. Meski sedang dalam posisi ideal untuk pencapaian tertinggi klub sepanjang sejarah, namun performa kandang Sultan Samma cs bikin banyak orang mengernyitkan dahi.

Liga Indonesia identik dengan tim yang selalu kuat jika main di kandang, dan sebaliknya saat laga tandang. Untuk urusan ini, agaknya Borneo FC sungguh mengecewakan suporter setianya saat bermain di Stadion Segiri Samarinda.

Bagaimana tidak, dari empat laga kandang terakhir. Hanya satu laga yang dimenangkan. Satu lainnya imbang, dan dua kali kalah. Paling menyesakkan, Borneo kalah di laga kandang terakhirnya musim ini. Takluk 0-1 atas Persib Bandung.

Lebih menyedihkannya, mereka kalah saat Stadion Segiri terisi penuh. Di laga Borneo vs Persib Rabu ( 11-12-2019) lalu, jumlah penonton yang hadir mencapai 5.637 orang. Estimasi jumlah Pusamania sendiri diperkirakan lebih dari 5 ribu. Semua orang di Samarinda, terkhusus Pusamania sangat percaya tim kebanggaan mereka akan memberi kado spesial di penghujung musim ini. Di laga kandang terakhir.

Sayangnya angan itu dipupuskan oleh gol semata wayang Ghozali Siregar. Rencana pesta buyar.

Gelandang lincah Borneo Ambrizal Ummanailo atau yang sering disapa Umai paham betul situasi itu. Dengan rasa penuh penyesalan, Umai memohon maaf pada ribuan suporternya.

“Saya mewakili seluruh tim Borneo FC ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya pada seluruh suporter. Mereka sungguh luar biasa menemani perjalanan tim sejauh ini. Kami tak akan bisa berlari sejauh ini jika tanpa teriakan mereka,” ujar Umai.

Menariknya, usai kekalahan Borneo atas Persib, ribuan Pusamania tak lekas meninggalkan stadion. Mereka masih menabuh perkusi dan menyanyikan yel-yel. Sebuah tanda bahwa Pusamania akan selalu ada untuk Borneo FC. Dalam kekalahan ataupun kemenangan.

Seluruh pemain, tim pelatih, dan manajemen menghampiri tribun timur usai laga. Memberi ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf. Apakah ada amarah dari Pusamania? Tidak, mereka memberi standing applause. Pemandangan yang sangat mengharukan.

“Setiap musim, kami ingin terus meningkat. Mendapat prestasi yang lebih tinggi. Itu perlu dukungan Pusamania. Semoga musim depan kami bisa lebih membanggakan mereka,” tutup Umai.

Setelah ini, Borneo FC akan menjalani dua partai tandang sekaligus menutup liga musim ini. Jika berkaca pada pencapaian tim sejauh ini, prestasi terbaik Borneo di Liga 1 Indonesia adalah di peringkat ketujuh. Secara matematis, Borneo hanya butuh 3 poin untuk dapat finish lebih baik dari musim-musim sebelumnya. Perhitungan ini berlaku jika semua tim di bawahnya menang.

Jika Pesut Etam berhasil menang di dua laga terakhir, maka posisi terburuk mereka adalah peringkat ketiga (saat berita ini ditulis, Madura sedang tertinggal 0-1 atas Persija). (ava/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*