Muharram Pasti, Agus Minta Waktu

Kembalikan Formulir di Golkar

Muharram dan tim mengembalikan formulir pendaftaran balon bupati/wakil bupati di Sekretariat DPD Golkar Berau, Jumat (13/12).(Arjuna Mawardi/Disway Berau)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan diri merapat ke Partai Golkar, guna memperkuat fondasi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Sementara, nasib Partai NasDem ditentukan Sabtu (14/12).

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penjaringan DPD Golkar Berau, Ibrahim. Jumat (13/12), Kader PKS, Muharram telah mengembalikan formulir penjaringan bakal calon (Balon) bupati/wakil bupati ke Sekretariat DPD Golkar Berau.

Dengan ini, empat kandidat dipastikan melanjutkan kompetisi memperebutkan restu Partai Golkar, sebagai kendaraan maju pada pesta demokrasi tingkat kabupaten 2020 mendatang.

“Itu data sementara yang akan mengikuti tahapan penjaringan selanjutnya,” katanya kepada Disway Berau, kemarin.

Dia juga menegaskan, batas pengembalian formulir secara resmi akan ditutup pukul 16.00 Wita, Sabtu (14/12). Kendati demikian, Partai berlogo pohon beringin ini, masih menunggu konfirmasi dari sejumlah balon untuk mengembalikan formulir.

“Besok (hari ini, Red.), ada dua balon yang rencananya akan mengembalikan formulir, yaitu Taupan Madjid dan Akhmad Maulana. Kami juga menunggu konfirmasi dari balon lainnya,” terangnya.

Ibrahim membenarkan, pihaknya telah menerima surat dari DPD NasDem Berau, yang meminta perpanjangan pengembalian formulir pendaftaran balon bupati/wakil bupati. Pasalnya, Agus Tantomo yang merupakan kader NasDem sedang berada di luar negeri.

Terkait permintaan itu, Ibrahim belum bisa memutuskan. Sebab, pengajuan itu akan terlebih dahulu dibicarakan dengan tim penjaringan Partai Golkar Berau.
“Diterima atau tidak? Keputusannya setelah kami melakukan rapat dengan tim. Paling lambat hari ini kami tindak lanjuti permohonan tersebut,” terangnya.

Sekretaris DPD Nasdem Berau, Achmad Rijal juga membenarkan surat permohonan perpanjangan pengembalian formulir balon bupati/wakil bupati ke DPD Golkar Berau.

“Benar, surat permohonan sudah kami sampaikan pagi tadi (kemarin) sekira pukul 09.30 Wita,” ucapnya.

Pada prinsipnya, kata Rijal, pihaknya berniat mengembalikan formulir pada akhir November 2019. Namun, pengembalian ditolak tim penjaringan, karena tidak sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni tanggal 5-14 Desember 2019.

Jadwal itu terbentur perjalanan kader NasDem, Agus Tantomo, ke luar negeri yang telah diagendakan tanggal 1-15 Desember. Sementara, ketentuan pengembalian formulir tidak dapat diwakilkan dan wajib diserahkan langsung oleh balon.

“Sesuai komunikasi dengan tim penjaringan, kami diminta membuat surat pengajuan perpanjangan waktu pengembalian berkas,” jelasnya.
Selain itu, surat pengajuan itu sebagai komitmen dan keseriusan Partai NasDem bergabung dengan Partai Golkar pada pemilihan kepala daerah 2020 di Bumi Batiwakkal.
“Kami berharap, pengajuan dapat dikabulkan oleh tim penjaringan Partai Golkar,” tandasnya.

Sementara, Muharram mengatakan, pengembalian formulir pendaftaran balon bupati/wakil bupati sebagai bentuk keseriusan dan menjadi pertimbangan mempermulus langkahnya maju pada Pilkada 2020.

“Bersama-sama Golkar, baik berkoalisi atau menjadi pendukung pada pergelaran pilkada nanti,” katanya usai mengembalikan formulir di Sekretariat DPD Golkar Berau.
Sejauh ini, kata pria yang masih menjabat sebagai Bupati Berau ini, sudah merapat ke empat partai secara resmi, yakni Partai Gerindra, PDIP, Demokrat dan Golkar.
Dari keempat partai, Muharram mengakui telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Gerindra.“Semakin banyak yang bergabung, semakin bagus. Saya berharap partai lain juga dapat mendukung,” imbuhnya.

Disinggung terkait pasangan yang akan berkolaborasi dengannya pada Pilkada nanti? Muharram menjawab, masih rahasia. Dirinya menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Partai Golkar.

Sebab, Partai Golkar diakuinya lebih paham cara untuk menentukan dan mengambil keputusan, baik lewat survei maupun mekanisme lain. Namun, dirinya tetap optimistis maju menjadi Berau-1 (B-1) pada Pilkada 2020.

“Kalau saya diterima Golkar bukan sebagai B-1, saya cari partai lain,” candanya.(*/jun/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*