Tiga Alasan Kenapa Borneo Loyo di Kandang

Oleh: Tebe

Andaikan Borneo bisa memaksimalkan empat laga kandang terakhir, barangkali posisi Renan Silva cs tak akan seberat ini untuk menggapai target posisi kedua. Memang saat ini Borneo masih aman di posisi kedua, tapi tak nyaman lagi karena Persipura telah memiliki poin serupa. Tim lain di bawahnya juga hanya selisih 2 hingga 3 poin saja.

Di atas kertas, Borneo FC setidaknya bisa memenangkan tiga dari empat laga kandang terakhirnya. Tiga kemenangan itu setidaknya bisa didapat saat melawan Badak Lampung, Persela, dan Persikabo yang tertatih-tatih di papan bawah. Sayangnya, hanya satu kemenangan atas Persikabo dan satu imbang dari Badak Lampung. Dua laga lainnya kalah.

Apa Stadion Segiri sudah tak angker bagi lawannya lagi? Atau Borneo terlibat Match Fixing sehingga sengaja mengalah?

Kami coba menelusuri persoalan ini. Perkara Match Fixing sudah dijawab sebelumnya bahwa Borneo membantah segala tudingan pengaturan skor. Jadi, masalah penampilan buruk di laga kandang ini murni urusan sepak bola.

Dari penelusuran, setidaknya ada 3 penjelasan yang menerangkan kenapa Borneo kerap melempem saat bermain di kandang.

1. Pemain Terlena

Menurut gelandang lincah Borneo, Ambrizal Umanailo, pemain Borneo kerap terlena saat bermain di kandang. Merasa mendapat dukungan penuh dari suporter setia, sehingga ada saja perasaan over confident bahwa laga akan berlangsung lebih mudah daripada laga tandang.

Terlebih Borneo kerap mendapat hasil positif di laga tandang.

“Karena di luar bisa menang. Jadi kami terlalu optimis bisa menang di kandang. Itu yang membedakan,” kata Umai.

2. Pemain lawan terlalu defensif

Menurut staf pelatih, Amirudin, kesulitan Borneo di setiap laga kandang karena musuh mereka kerap memainkan gaya sepak bola bertahan. Itu sebabnya Borneo sering kewalahan saat bermain di kandang.

“Perhatikan saja. Kalau main di sini (Stadion Segiri) tim lawan sering main bertahan. Jadi pemain kami sering kesulitan membangun serangan yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi,” katanya.

3. Tak semua pemain tampil baik

Lain lagi yang disampaikan Mario Gomez. Timnya kerap tampil buruk di kandang karena ada saja pemain yang tak optimal. Bermain untuk satu tim, menurut pelatih asal Argentina itu tak boleh ada 1 pemain pun yang hilang konsentrasi.

“Ya saya akui beberapa laga kandang berlangsung buruk. Sulit dijelaskan kenapa. Tapi di lapangan ada 11 lawan 11. Jika 1 pemain tak oke, maka yang lain akan terpengaruh. Tapi ini berlaku untuk semua tim. Bukan Borneo saja,” jelas Gomez.

Nah, dari 3 penjelasan ini, mana yang paling menjelaskan permasalahan Borneo di akhir musim ini? (*penulis adalah wartawan Disway Kaltim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*