Area Perkantoran Sumber Pangan

Realisasi program OPAL di lingkungan Distan Malinau. (humas)

TANJUNG SELOR, DISWAY – Lahan perkantoran lingkup Pemprov Kaltara akan dijadikan percontohan bagi masyarakat dalam upaya pemanfaatan perkarangan sebagai sumber pangan dan gizi.

Program tersebut direalisasikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara lewat program obor pangan lestari (Opal)

Kepala DPKP Kaltara, Ansdi Santiaji Pananrangi, mengatakan, program Opal mulai dilaksanakan beberapa hari lalu di dinas pertanian kabupaten/kota.

Tepatnya, di 3 daerah yakni Bulungan, Malinau dan Tarakan. “Sasaran utama kegiatan ini adalah para ASN di lingkup dinas pertanian.

Harapannya, mereka mampu memahami bagaimana cara mengembangkan dan membudidayakan komoditi pertanian dengan harapan ditindaklanjuti dengan mengiplementasikannya di lingkungan OPD masing-masing,” tutur Santiaji yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Opal juga telah direalisasikan di jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dan beberapa wilayah di Indonesia. “Opal ini juga dijadikan sebagai pusat informasi budidaya dan teknologi serta dijadikan tempat pengembangan pusat pembibitan,” urainya, seperti dirilis Humas Pemprov Kaltara.

Dalam realisasinya, di area perkantoran dikembangkan berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, jenis tanaman yang ditanam harus beragam dan berimbang kandungan gizinya.

“Pemanfaatan area perkantoran ditata dengan memperhatikan estetika agar diperoleh lingkungan perkantoran yang asri dan nyaman. Pertanaman di area perkantoran dapat meliputi, pertanaman di lahan, polybag, pot, aquaponik, hidroponik, atau vertikultur. Dengan kata lain, pelaksanaannya disesuaikan dengan area yang tersedia, baik luasan maupun karakteristik tanah,” beber Santiaji.

Diinformasikan, sebelumnya DPKP Kaltara juga memiliki program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dengan sasaran mengajak ibu rumah tangga (IRT) untuk memanfaatan perkarangan rumah dalam mengembangkan pertanian.

Adapula program pertanian masuk sekolah (PMS) dengan sasaran mengajak pelajar memanfaatan lahan pekarangan sekolah. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*