Desa Tanpa Jaringan Telekomunikasi di Bulungan

Tim Walhi Kaltim-Kaltara saat berdiskusi terkait hasil temuan desa tanpa signal. (zuhri/disway)

TANJUNG SELOR, DISWAY – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) eksekutif nasional, bersama eksekutif daerah Walhi Kaltim-Kaltara melaksanakan susur Sungai Kayan yang membelah Ibu Kota Kaltara dengan sejumlah kecamatan di sekitaranya.

Kegiatan susur sungai untuk melihat kehidupan masyarakat yang selama ini bermukim di sepanjang Sungai Kayan. Dari kegiatan ini, Walhi menemukan masih banyak desa di pedalaman Bulungan yang belum tersentuh akses jaringan telekomunikasi. Padahal saat ini indonesia telah masuk era 4.0 yang mengandalkan internet dalam menunjang aktivitas.

“Masalah jaringan masih menjadi hal yang sangat sulit diperoleh warga pedalaman yang bermukim di bibir Sungai Kayan. Padahal era digitalisasi sudah sangat jauh berkembang,” ungkap Aray Dion, Koordinator Susur Sungai Walhi Kaltim-Kaltara.

Menurut Aray, tidak adanya jaringan telekomunikasi bagi warga pedalaman menghambat akses informasi bagi masyarakat untuk saling terhubung satu dengan yang lain. Bahkan ketika terjadi keadaan darurat di desa mereka, warga sulit menyampikan ke petugas terkait yang berada di wilayah perkotaan. Kondisi ini tentu akan menghambat masuknya distribusi bantuan.

Salah satunya Desa Long Pelban, di Kecamatan Peso. Di sini oleh tim Walhi sama sekali tidak menemukan jaringan telekomunikasi apalagi jaringan internet. “Kami menyebut desa tersebut sebagai desa tanpa signal. Sehingga masyarakat memakai cara telepati. Yakni berkomunikasi cara zaman dulu,” sindirnya.

Aray menuturkan, semua wilayah di Indonesia, termasuk di Kaltara mestinya mendapatkan hak yang sama. Yakni bisa merasakan perkembangan. Terlebih di kawasan sekitar Desa Long Palben akan dibangun proyek besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan. PLTA yang digadang-gadang menjadi sumber listrik bagi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimatan Timur. “Walaupun nantinya saat PLTA dibangun, mereka akan direlokasi ke tempat lain,” tegasnya.

Dirinya berharap agar masalah jaringan ini dapat menjadi perhatian dari semua pihak. Agar masyarakat Long Pelban mendapatkan informasi seperti daerah lain. (*/zuh)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*