Fokus Tangani Stunting, Kukar Anggarkan Rp 4,1 Miliar

Ilustrasi stunting. (net)

Kukar, DiswayKaltim.com – Permasalahan stunting masih menjadi momok di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan masalah ini masih terbilang tinggi hingga masuk dalam fokus penanganan nasional 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kukar, Dafip Haryanto menerangkan, bupati Kukar telah menambah anggaran untuk penanganan stunting.

“Kita alokasikan terkait revitalisasi posyandu sebesar Rp 4,1 miliar,” ucap Dafip pada Disway Kaltim, Rabu (18/12/2019).

Ia mengatakan, pembagian anggaran itu bervariasi tiap desa, tergantung jumlah posyandu yang dimiliki. Karena tiap desa ada yang memiliki satu posyandu dan ada pula yang lebih. “Pembagiannya juga secara proporsional berdasarkan operasional tiap posyandu,” kata Dafip.

Saat ini, ungkapnya, bupati terus berupaya menangani permasalahan stunting mulai dari lingkup kecil. Diawali dari desa ke desa, hingga ke sektor yang lebih luas.

Tercatat hingga Oktober 2019, masalah stunting pada bayi dua tahun (baduta) di 18 kecamatan di Kukar sebanyak 561 kasus. Sedangkan pada bayi lima tahun (balita) mencapai 2.279 kasus.

Sekedar diketahui, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.  Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. (mrf/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*