Konstruksi Dimulai Januari

TANJUNG SELOR, DISWAY – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Kecamatan Peso, Bulungan, Provinsi Kaltara dengan total kapasitas 9.000 megawatt, konstruksinya akan dimulai Januari 2020.

Pembangunannya dilakukan bertahap. Tahap pertama atau PLTA Kayan 1 memiliki kapasitas 900 MW, PLTA Kayan 2 berkapasitas 1.200 MW, PLTA Kayan 3 1.800 MW, PLTA Kayan 4 1.800 MW dan PLTA Kayan 5 memiliki kapasitas 3.300 MW.

“Sesuai laporan PT Kayan Hydro Energy (KHE), saat ini sudah mulai pengiriman peralatan dan logistik dari Surabaya ke Bulungan. Pada Januari 2020 sudah mulai pembangunan konstruksi. Ditargetkan selesai pada 2024,” ujar Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Sealasa (17/12).

Selang setahun usai penyelesaian PLTA Kayan 1, katanya, PLTA Kayan 2 dibangun. Kapasitasnya 1.200 MW. Selanjutnya pembangunan akan dilanjutkan pada PLTA Kayan 3,4, dan 5.

Irianto menjelaskan, PLTA dibangun untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi Kaltara, khususnya memenuhi kebutuhan listrik Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi.

“Pembangunan PLTA merelokasi 2 desa yaitu Desa Long Lejuh dan Desa Long Pelban dengan jumlah KK (kepala keluarga) sebanyak 150. Relokasi saat ini sedang berproses di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat dan Kementerian Kehutanan (Kemen-hut) RI,” urai Irianto.

Terkait perizinan pembangunan PLTA Kayan, informasi dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, sejak 2011 hingga 2019 sudah 17 izin yang telah selesai. Di antaranya, izin prinsip PLTA Kayan, izin lokasi pembangunan PLTA Kayan, izin lingkungan, izin SDA (sumber daya air), izin usaha penyediaan tenaga listrik sementara (IUPTLS) PLTA Kayan.

Selain itu, penandatangan MoU PT KHE dengan EPC/kontraktor (PT Shyno Hidro China Power pembangunan PLTA Kayan 1 pada 30 Oktober 2018 di Jakarta disaksikan Kepala Staf Presiden (KSP). Serta MoU dengan PLN pada Januari 2019.

“Direncanakan awal tahun 2020 akan dilakukan pekerjaan berupa kontruksi bendungan setelah mendapatkan izin kontruksi bendungan dan sertifikat keamanan bendungan dari Menteri PUPR,” ungkap Irianto seperti dirilis Humas Pemprov Kaltara.

Progresnya sendiri, tambahnya, uji tes bendungan modeling sudah selesai di konsultan dan sudah disampaikan ke balai bendungan. Pada 11 November 2019, pihak KHE telah bertemu dengan Menteri PU di Kantor KemenPUPR dan memerintahkan untuk segera diproses. Juga telah dilakukan asistensi ke Balai Bendungan antara konsultan enggineering membahas revisi dokumen gambar yang ada perubahan. Pihak desiner bendungan akan segera membuat revisi desain.

Sementara untuk progres fisik di lapangan, pada 2018 telah dilakukan pembebasan lahan 125 hektare (ha) untuk sarana dan prasarana stock room material dan part bendungan. Kemudian, November 2019 pembebasan lahan tahap kedua seluas 100 ha untuk jalan proyek. Sedangkan untuk mes karyawan, lahan seluas 46 ha juga telah dibebaskan.

Selain PLTA Kayan di Kabupaten Bulungan, saat ini juga telah berproses untuk rencana pembangunan PLTA Mentarang di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau. Rencana pembangunan pun direncanakan akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2020 oleh PT Kayan Hydropower Nusantara. Kapasitas dayanya 1.375 MW.
Di mana, saat ini tahapan pengerjaannya berupa penyelesaian study kelayakan dan detail engineering design (FS DED). Perhitungan sementara, nilai investasi untuk PLTA Mentarang diperkirakan mencapai Rp 48,125 triliun. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*