Mau Lewat Tol, Jangan Lupa Siapkan e-Toll Card

Direktur Keuangan dan Administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda (JBS) Andik Supriatno menjelaskan cara transaksi memasuki tol Balsam.

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Meski belum sepenuhnya beroperasi, tiga ruas tol Balikpapan-Samarinda yakni seksi II, III dan IV sepanjang 66 kilometer, diperkirakan sudah bisa dilintasi, Kamis (19/12/2019) hari ini.

Seksi II adalah ruas Samboja – Muara Jawa sepanjang 30,98 kilometer, Seksi III Muara Jawa – Palaran, 17,50 kilometer, Seksi IV Palaran – Samarinda 17,95 kilometer.

Untuk tahap awal, pengguna jalan belum dikenakan biaya. Hingga nanti pemberlakuan biaya diputuskan Kementerian PUPR. Meskipun gratis, pengguna jalan sudah harus mempersiapkan kartu elektronik tol (e-Toll card).

Direktur Keuangan dan Administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda (JBS) Andik Supriatno menjelaskan, sebelum dibuka umum pihaknya akan melakukan uji coba kembali.

“InsyaAllah, Kamis (hari ini, red) sudah bisa kita operasikan untuk umum gratis sampai ada keputusan dari kementerian PUPR,” tuturnya kepada media, Rabu (18/12).

Bagi masyarakat yang belum memiliki e-Toll card dapat memperolehnya di sejumlah ritel modern dan kawasan tersebut yang menyediakan kartu dengan berbagai pilihan.

“Jenis kartu yang diterbitkan oleh bank sudah kompatibel, baik keluaran terakhir maupun terbaru dengan catatan kartu itu tidak rusak. Maka hindari terkena panas,” jelas Andik.

Sedangkan tarif yang dikenakan untuk jalan tol adalah tarif proporsional. Yaitu, sesuai jarak pengguna jalan. Jalan tol ini nantinya akan terdapat empat gerbang. Gerbang Samboja, Gerbang Palaran, Gerbang Sepinggan dan Karang Joang.

“Sementara baru ada dua gerbang yaitu Samboja dan Palaran. Apabila sudah ditetapkan pemberlakuan tarif, maka ruas tol Samboja-Palaran akan dikenakan Rp 1.000 per kilometer atau diperkirakan sekitar Rp 70 ribu,” sebutnya.

Dalam pembangunan jalan tol tersebut, investasi yang dikeluarkan Jasa Marga sebesar Rp 12 triliun. Terbagi pada seksi II, III dan IV sebesar 9,9 triliun. Kemudian seksi I dan V sekitar Rp 3 triliun.

“Proyeksinya akan mencapai angka itu sekitar 10-15 tahun lebih sesuai perhitungan investasi, kemudian panjang jalan dan traffic kendaraan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Operasional PT Jasa Marga Tollroad Operator Yoga Tri Anggoro mengatakan saat ini sosialisasi terus dilakukan mengingat pengguna jalan tol harus menggunakan e-Toll card.

“Tahap awal ini masih gratis, namun sosialisasi pengguna jalan diminta untuk typing in dan typing out tanpa tarif tol. Jadi ini bentuk sosialisasi edukasi kami kepada pengguna tol. Karena ini ruas tol pertama di Kalimantan,” bebernya.

Adapun mekanisme transaksi e-Toll di gerbang tol. Pertama, sebelum memasuki ruas jalan tol pastikan sudah mengecek saldo atau melakukan top-up. Kedua, siapkan satu di antara lima kartu e-Toll, baik dari Bank Mandiri, BNI, BTN, BRI atau BCA. Kemudian bayar tol dengan menempelkan kartu e-Toll ke reader. Tungggu hingga palang ALB (Auto Lane Barrier) terangkat dan lampu hijau menyala. Kemudian, tekan tombol struk untuk mencetak tanda terima.

“Seluruh gerbang tol telah menyediakan EDC untuk top-up di swalayan dan dengan ATM pribadi,” singkatnya.

Yoga juga menekankan pengguna tol agar menggunakan e-Toll karena transaksi hanya menggunakan non tunai dengan kartu tol. Dan pengguna jalan juga agar menggunakan kartu yang sama saat masuk dan keluar tol. Agar mesin pembaca di pintu masuk tol dapat mengenali.
“Kita informasikan di sini gunakan kartu e-Toll yang sama saat masuk dan saat keluar,” ujar Yoga Tri Anggoro. (fey/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*