Istri Punya Peran Penting

SRI JUNIARSIH

SRI Juniarsih, sosok tangguh di balik suksesnya karier Muharram. Saat ini, siapa tidak mengenal sosok Sri Juniarsih? Ia adalah istri dari Bupati Berau.

Sri-sapaannya, menikah dengan Muharram sejak 1994 dan dikaruniai lima anak. Dalam perjalanan hidup, suaminya adalah sosok guru baginya. Selain sebagai kepala daerah, Muharram adalah seorang ayah, sekaligus imam yang baik bagi keluarga.

Awalnya, Muharram adalah guru matematika yang mengajarnya di bangku SMA. Menurut Sri, karena kepriadiannya membuat sosok guru tersebut jatuh hati. Selain menjadi siswa berprestasi, Ia juga merupakan purna paskibra.

“Saya orangnya aktif kegiatan akademik maupun non akademik. Kebetulan saya juga memiliki cukup prestasi sewaktu sekolah, mungkin itu yang membuat hatinya memilih saya untuk jadi istri,”katanya kepada DiswayBerau.

Sebelum menjadi Bupati, Muharram telah tiga periode menjabat sebagai anggota DPRD, baik di Berau maupun Kaltim.

Dalam menjalani rumah tangga, setiap orang pasti memiliki suka dan duka. Menurutnya, untuk menyikapi permasalahan harus dengan perasaan yang sabar. Sebagai seorang wanita, dirinya terkadang harus bersikap keras dan kritis untuk mengambil keputusan terhadap keluarganya. Karena, kesuksesan keluarga tidak lepas dari peran seorang istri.

“Bapak (Muharram) adalah sosok pria yang sabar,”ujarnya.

Di sela kesibukannya sebagai istri pejabat, Ia juga tak lupa kewajibannya sebagai seorang ibu. Untuk menjadi seorang ibu, diperlukan kesabaran dan ketegasan dalam membimbing anak-anaknya. Diakuinya, selama ini melakukan pola pendidikan yang tergolong modern.

Dalam hal ini, Ia selalu memposisikan dirinya sebagai teman bagi anak-anaknya. Pola asuh yang diterapkannya dari dulu sampai saat ini tidaklah terlalu keras dirasakan oleh keluarganya.

Dirinya selalu memberikan kebebasan terhadap anak-anaknya. Pada saat usia SD, Ia tidak pernah menuntut anaknya untuk fokus di pelajaran. Dirinya sesekali hanya mengingatkan pada pentingnya pendidikan.

Saat anak menginjak masa remaja, dirinya memposisikan diri sebagai sorang teman. Memberikan bimbingan kepada anak bak seperti memberikan nasihat kepada sahabat.

“Seorang ibu harus bisa menjadi wadah ternyaman bagi keluarganya,” pungkasnya.(*/FST/APP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*