Pilwali Samarinda Diprediksi Diramaikan Empat Calon

Budiman. (Ist)

====
Samarinda, Disway Kaltim – Tahapan pencalonan wali kota dan wakil walikota Samarinda belum ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun sebagian bakal calon sudah menentukan pasangan. Pun demikian, para kontestan telah menggunakan beragam intrik untuk menghadapi tahapan perebutan kekuasaan di ibu kota provinsi tersebut.
Tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda sejatinya akan dimulai tahun depan. Tetapi di penghujung tahun ini, sudah ada dua pasangan calon yang telah sepakat berpasangan.
Pasangan calon yang terlebih dahulu menyatakan maju di Pilwali Samarinda yakni Zairin Zain dan Sarwono. Pasangan yang menggabungkan antara birokrat dan politisi. Pekan ini, Andi Harun dan Rusmadi Wongso menyatakan akan berpasangan di Pilwali Samarinda. Keduanya berlatar belakang politisi dan birokrat.
Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Budiman mengatakan, idealnya dalam kontestasi politik, pasangan berlatar belakang birokrat dan politisi. Atau bisa juga sebaliknya.
Ia menilai, Andi Harun menggunakan kalkulasi politik demikian. Ingin menandingi pasangan Zairin-Sarwono. Selain itu, pertimbangan etnisitas juga tak luput dari penilaian wakil ketua DPRD Kaltim itu.
“Pak Andi Harun itu melihat di samping latar belakang bikokrat dan akademisinya Pak Rusmadi, saya yakin beliau mau menarik pemilih dari Ikapakarti. Kan kombinasinya agak-agak pas ini,” sebutnya, Selasa (12/12/2019).
Pendapat ini tak berlebihan. Budiman mengatakan terdapat tiga etnis yang paling dominan di Kota Tepian: Bugis, Jawa, dan Banjar. Tak banyak politisi yang memainkan politik etnis dan kesukuan. Cara ini tidak terlalu populis. Namun dalam penerapannya, setiap kali kontestasi demokrasi, latar belakang etnis kerap kali menjadi pertimbangan utama para politisi dalam menentukan pasangan.
“Latar belakang kesukuan dan etnis itu bisa memengaruhi suara. Sangat signifikan. Memang ini terlihat senyap. Digunakan oleh politisi di Pilwali,” ujarnya.
Pertimbangan lain, Andi Harun melihat Rusmadi memiliki elektabilitas. Mantan Sekretaris Provinsi Kaltim itu memiliki basis massa. Pasalnya, sebelumnya Rusmadi pernah mencalonkan diri sebagai calon gubernur Kaltim.
“Ketika Andi Harun menjadikannya sebagai pasangan, itu hal yang lumrah, realistis, dan rasional,” sebut Budiman.
Ia berpendapat, hanya empat pasangan calon yang akan bertarung di Pilwali Samarinda pada 2020. Calon lain yang paling potensial yakni M Barkati dan Erwin Izharuddin. Budiman melihat Barkati akan memilih pendamping dari kalangan politisi atau birokrat. Sementara Erwin diprediksi berpasangan dengan Apri Gunawan. Erwin berpotensi diusung Partai Amanat Nasional (PAN).
Barkati, lanjut dia, masih diragukan kemampuannya mendapatkan perahu politik di Pilwali Samarinda. Pergerakan wakil walikota Samarinda ini tergolong lamban. Padahal calon lain telah final menentukan pendamping di perhelatan demokrasi tahun depan.
“Bisa jadi dia akan ditinggalkan oleh partai. Sementara PDIP ini sudah mulai proses. Apalagi nanti Erwin-Apri berpasangan. Ini akan mengurangi jumlah calon. Erwin representasi dari DPP PAN. Saya yakin gampang dapat rekomendasi dari pusat,” jelasnya. (qn/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*