HMI-KNPI Dukung Pembangunan Jembatan Alternatif

KNPI. (ilustrasi/int)

 ========

Meski belum ada kepastian di mana lokasi persis dibangunnya jembatan alternatif, namun wacana itu didukung organisasi kepemudaan. Dukungan itu mengalir dari KNPI Kukar dan HMI cabang Tenggarong.

Ketua KNPI Kukar Thauhid Alfrilian Noor menyebut, dengan adanya pembangunan jembatan alternatif, baik di Loa Kulu-Jongkang, Mangkurawang-Loa Pari, atau di Sebulu. Menurutnya jembatan tersebut akan memperpendek jarak Kukar-Samarinda.

“Karena itu akan mempercepat akses lagi. Kalau pembangunan jembatan yang di Loa Kulu, kami merespons positif,” ucap Thauhid saat dihubungi Disway Kaltim, Selasa (24/12).

Namun dengan harapan, pembangunan tetap menggunakan skema APBN. Sehingga tidak menguras APBD Kukar. Sebab menurutnya, pembangunan Kukar masih banyak bergantung pada APBD Kukar.

“Semakin banyak jembatan, semakin bagus. Untuk akses dan mobilitas warga,” lanjutnya.

Thauhid mengatakan, dengan adanya pembangunan jembatan alternatif. Diharapkan pengembangan wilayah dan penduduk Kukar merata. Sehingga tidak hanya terpusat di Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten.

Ketua HMI cabang Tenggarong Mursid Mubarak turut memberikan dukungan. Rencana pembangunan jembatan itu, menurutnya tertunda sejak 2012 lalu. Dengan adanya Jembatan Loa Kulu-Jongkang atau Jembatan Sebulu, akan memperlancar mobilitas dan aktivitas masyarakat yang selama ini jauh dari Tenggarong.

“Pastinya berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Mursid.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar berencana membangun jembatan alternatif selain Jembatan Kutai Kartanegara. Rancangan itu direspons positif dari DPRD Kukar. Ada dua opsi lokasi yang sebelumnya disebutkan Sekretaris Dinas PU Kukar Budi Harsono. Yakni di Loa Kulu-Jongkang dan Mangkurawang-Loa Pari.

Wakil Ketua DPRD Kukar Didik Agung Eko Wahono mendukung penuh wacana tersebut. Namun dirinya memprioritaskan jembatan Loa Kulu-Jongkang. Lantaran di sana sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Diketahui, Jembatan Loa Kulu-Jongkang sejak lama ingin dibangun. Dengan skema APBN. Begitu juga dengan wacana jembatan Desa Sirbaya-Sebulu. Sebab hingga saat ini warga kedua desa tersebut menggunakan feri penyeberangan kecil. Sebagai akses penghubung kedua desa. Sebelumnya, Sekretaris Dinas PU Kukar Budi Harsono menyebutkan dua tempat yang ideal untuk dibangun jembatan alternatif. Yakni di Kelurahan Mangkurawang dan di Kecamatan Loa Kulu.

Nantinya Kelurahan Mangkurawang bisa dihubungkan ke Desa Loa Pari. Dan Kecamatan Loa Kulu menghubungkan ke Desa Jongkang. (mrf/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*