Kapasitas Lapas Berlebih, DPRD Minta Napi Dididik dan Diberi Keterampilan

Rusman Yaqub. (dok)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Kapasitas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Kaltim berlebih. Pemerintah dituntut  lakukan pembinaan agar pelaku kriminal tak kembali mengisi bilik penjara setelah bebas.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub angkat bicara. Terkait hal itu. Ia menawarkan konsep pemberdayaan para napi dengan skema channel link.

Para napi di dalam Lapas diberi pembekalan keterampilan dan teknis.

Para napi nantinya bakal menggeluti keterampilan di bidang tertentu.

Kemudian pihak Lapas bersama Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) menggandeng sejumlah perusahaan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebut persoalan klasik yang menimpa para mantan napi.

Yakni dianggap kriminal sehingga sulit mendapatkan pekerjaan layak.

“Alhasil mereka bakal melakukan kejahatan lagi, lalu masuk ke Lapas atau Rutan lagi kan,” ujarnya.

Namun hal berbeda jika para mantan napi, setelah bebas langsung diberdayakan.

Karena mereka memiliki kemampuan yang diterima saat di lapas. Tentu ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan untuk mempekerjakan mereka.

Ia meminta Disnakertrans maupun Disnaker se-Kaltim bisa menjajal konsep pembinaan napi ini.

Sehingga pola pembinaan napi dilakukan benar-benar memberikan manfaat.

“Kita harus memanusiakan manusia lah. Toh mereka punya hak yang sama mendapatkan kerja. Hanya saja pengalaman buruk di masa lalu. Pasti tidak ada yang punya niatan untuk kembali,” tegasnya.

Untuk informasi, kapasitas di Lapas Kelas II Samarinda sudah berlebih. Dari kapasitas ideal 217 kini dihuni 899 orang atau 4 kali lipat.

Begitu pun dengan Rutan Kelas II A Samarinda, kapasitas ideal hanya 442 orang namun kini melonjak 1.428 orang. (mic/boy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*