Tumbit Melayu Terparah

Ada 7 Kampung Terendam Air Luapan Sungai

TANJUNG REDEB, DISWAY – Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah tergenang atau terendam, karena luapan air sungai. Seperti yang terjadi pada 7 kampung di bantaran Sungai Segah dan Kelay.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Novian Hidayat mengatakan, yang terjadi di beberapa kampung saat ini merupakan banjir tahunan. Saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi bahwa kondisi semakin parah.

Bahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparatur kampung, guna memastikan kondisi masih dalam tahap wajar.

Di beberapa kampung, diakuinya telah dibentuk satuan Desa Tanggap Bencana (Destana), sebagai program langsung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pembentukan Destana, merupakan tindak lanjut dari seringnya kawasan tersebut mengalami kebanjiran.

Beberapa kampung yang terkena dampak luapan air sungai yakni, Kampung Pegat Bukur, Bena Baru, Inaran, Long Lanuk, Siduung Indah, Tumbit Dayak dan Tumbit Melayu. Sementara itu, BPBD Berau telah menyiapkan peralatan dan petugas untuk terus memantau perkembangan potensi bencana yang akan terjadi di musim penghujan saat ini.

“Ada 30 personel yang berjaga, dengan tanggap melakukan evakuasi masyarakat yang terkena dampak langsung dari luapan air sungai di Kampung Tumbit Melayu,” katanya kepada DiswayBerau.

Lanjut Novian, saat ini kampung tersebut telah melakukan persiapan sejak jauh hari, jika terjadi banjir. Kampung Tumbit Melayu telah memiliki second options untuk mengatasi luapan air sungai.

“Karena sudah terlalu sering terjadi banjir, mereka telah menyiapkan alternatif lain,”tuturnya.

Potensi bencana yang terjadi saat musim penghujan biasanya berupa banjir, tanah longsor dan puting beliung. Kawasan yang rawan banjir meliputi perkampungan yang berada di bantaran sungai, sedangkan wilayah rawan longsor biasanya terjadi di daerah Kelay. Sementara, puting beliung diperkirakan terjadi di wilayayah pesisir. Seperti Balikukup dan Maratua. (selengkapnya lihat grafis).

Berdasarkan pengakuan Kepala Kampung Pegat Bukur, Suhariyadi Kusuma, saat ini terpantau air telah naik hingga ke daerah pinggir perkampungan. Pihaknya pun dalam posisi siaga, mengingat kondisi tersebut telah terpantau pada beberapa perkampungan di bantaran Sungai Segah dan Sungai Kelay.
“Kami masih terus siaga untuk memastikan kondisi aman,”ujarnya.

Diakuinya, memang saat ini kondisi luapan air tidak mengganggu aktivitas warganya. Air tersebut terlihat berbeda dari biasanya, dengan tingkat ketinggian yang berbeda. Saat ini, permukaan air sungai tersebut telah menyamai dengan permukaan tanah yang ada di bantaran sungai.

Sedangkan berdasarkan pengakuan dari Kepala Kampung Tumbit Dayak, Achmad Jamlan mengatakan, banjir yang terjadi sudah dua hari lamanya. Bencana yang terjadi, menggenangi dua RT di wilayah RT 3 dan 4. Sekira 60 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak dari luapan air sungai.

Selain rumah penduduk, banjir juga menggenangi perkebunan dan sawah milih warga yang berada di daratan. Dikatakannya, banyak tanaman padi milik warga yang rusak akibat luapan air tersebut. Bahkan, banjir tersebut juga mulai menggenangi fasilitas kesehatan yang ada di kampung tersebut.

“Sekira 60 rumah warga terendam, tanaman padi rusak akibat terendam. Bahkan, puskesmas, sekolah, perumahan guru juga terendam,”katanya.

Alternatif yang dilakukan oleh warga saat ini adalah mengungsi ke rumah kerabat. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bantuan. Pihaknya, melalui kecamatan telah membuat surat yang ditujukan ke Dinas Sosial.

Achmad membenarkan, bahwa peristiwa tersebut merupakan masalah yang tiap tahun harus dihadapi oleh warganya. Setiap melanda, dengan tingkatan yang masih aman. Namun saat ini, banjir yang terjadi di rasa cukup parah.

Sementara Kepala Kampung Tumbit Melayu, Maspri mengatakan, perkebunan dan rumah penduduk 100 persen terkena dampak dari luapan air sungai. Dari bencana tersebut, warga harus mengungsi ke kerabat yang rumahnya tinggi.

Pihaknya juga mengaku, belum ada bantuan yang diterima. “Dari ujung ke ujung semuanya banjir,”ungkapnya.
Lanjutnya, bahkan sampai saat ini, air sungai tersebut terpantau semakin tinggi.

Sedangkan, informasi dari Danramil Segah, Rudi Cahyo mengatakan, terpantau di Kampung Siduung Indah terjadi luapan di anak sungai hingga ke kolong rumah warga. Ketinggian air saat ini telah sampai pada mata kaki orang dewasa.

“Terus kami pantau perkembangannya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum mendapatkan informasi kondisi banjir di empat kampung lainnya. (*/fst/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*