Akhirnya, APT Pranoto jadi Bandara Kelas I

Bandara APT Pranoto naik tingkat setelah ditetapkan Kementerian Perhubungan sebagai bandara kelas I. (foto : Humas APT Pranoto)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Bandara Aji Pangeran Temenggung (APT) Pranoto Samarinda naik kelas. Usai ditetapkan oleh oleh Kementerian Perhubungan menjadi bandara kelas I.

Penentuan itu diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 56/2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri mendapatkan Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam Surat Nomor B/480/M.KT.01/2019, pada 31 Mei 2019. Perihal Penataan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU).

“Kenaikan kelas ini, setelah melalui kajian dan penilaian, serta kriteria dari Kemenhub, juga Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara,” kata Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, Jumat (27/12/2019).

Ia menambahkan kenaikan kelas itu banyak manfaatnya. Diantaranya menjadi indikator bahwa pelayanan, keamanan, keselamatan, dan ketertiban pada bandar udara sudah meningkat.

Saat ini bandara dengan runway berukuran 2.250 meter X 45 meter terus berbenah. Lalu memiliki 48 penerbangan dari dan menuju Samarinda.

Trafik penumpang pun sudah ribuan. Rata-rata 4 ribu sampai 4,5 ribu orang per harinya.

Kemenhub punya penilaian sendiri agar APT Pranoto menjadi Bandara Kelas I. Diantaranya data Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU), penumpang dan kargo. Juga kapasitas bandara berupa ukuran panjang, lebar runway dan luas apron, pesawat terbesar serta kapasitas terminal.

“Selain itu, juga jenis pelayanan navigasi, fasilitas keamanan, serta fasilitas PKPPK. Dan juga penilaian pendukung seperti jumlah SDM, PNBP, hingga anggaran belanja DIPA. Semua dinilai,” beber pria yang suka traveling ini.

Fasilitas lain juga sudah ditingkatkan. Runway misalnya. Fasilitas berupa Air Field Lighting (AFL) seperti lampu runway, taxiway dan lampu apron, segera tuntas. Sebelum kontrak selesai 31 Desember 2019.

“Progres sudah 95 persen, semua sudah terpasang. Tinggal dilakukan setting,” pungkasnya. (mic/boy)

1 Trackback / Pingback

  1. Naik Kelas Boleh, Akses Menuju Bandara Tetap jadi Prioritas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*