Bangun Bendungan untuk 100 Tahun ke Depan

Apriadi Gani. (ist)

===

Pengamat sosial Apriadi Gani mengatakan, tanpa adanya IKN, Balikpapan tetap krisis air. Terutama di musim kemarau. Menurutnya, kebutuhan air Kota Minyak pada tahun lalu rata-rata 1.602 liter per detik, terpasang 1.190 liter per detik. Ada kekurangan sekira 430 liter per detik. Pada tahun depan, akan menjadi 1.723 liter per detik. Kemudian pada 2025 sekitar 2.012 liter per detik.

Namun yang perlu dicermati adalah pertambahan penduduk Balikpapan dengan adanya IKN. Tentu kebutuhan air akan lebih besar. Diperkirakan bertambah 20 sampai 25 persen seiring dengan pertambahan penduduk.

Meski demikian, justru dengan adanya IKN, krisis air Kota Beriman akan tertolong. Asalkan wali kota dan gubernur bergerak gesit meyakinkan pemerintah pusat agar pengadaan bendungan air raksasa yang lebih besar menjadi prioritas dibiayai APBN dan skema kerja sama dengan badan usaha, serta bantuan internasional.

“Dengan adanya IKN, hutan lindung Sungai Wain aman sebagai sumber air Balikpapan. Tidak akan diganggu. Itu komitmen pemerintah pusat. Harus dijaga,” papar mantan dosen Faperta Universitas Mulawarman itu.

Dijelaskannya, untuk mencukupi kebutuhan air, akan dibangun dua bendungan raksasa. Bendungan Sepaku 400 hektare, 11.6 juta meter kubik dengan kapasitas 5 ribu liter per detik dan bendungan lainnya dengan kapasitas 10 ribu liter per detik. Masalah air Balikpapan dan PPU seharusnya bisa diatasi. Malah akan dibangun sistem penyediaan air minum (SPAM) Teba Sabo untuk Tenggarong, Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.

Ia menyebut, salah satu bendungan itu akan menghasilkan listrik 6 megawatt. Air bendungan akan diolah menjadi air bersih dan air minum. IKN akan menggunakan sistem pengolahan air untuk mengintegrasikan penyediaan air baku, air minum, dan pengelolaan grey water. “Penggunaan sistem pengelolaan air pintar penting untuk mendeteksi kebocoran, konsumsi, dan kualitas air,” ujar alumnus University of Queensland Brisbane itu.

Jika kedua bendungan tersebut dibangun sekaligus untuk kebutuhan air Balikpapan, maka krisis air Balikpapan dapat dihindari di masa depan. Harus berpikir 50-100 tahun ke depan. Jadi menurutnya, memang sudah semestinya dibangun bendungan yang besar sekali untuk 100 tahun. Sebutnya, pemkot harus gunakan kesempatan Balikpapan sebagai penyangga utama IKN di awal awal konstruksi IKN. “Balikpapan adalah pintu gerbang IKN. Akan jadi “Singapura” baru,” urainya. (hdd2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*