Dilarang Berhenti di Jalan Tol untuk Selfie

AKBP Welly. (bom/disway)

Balikpapan, Disway Kaltim-Sejak dibukanya jalan tol, banyak pengendara yang penasaran untuk mencoba melewati jalur tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ini. Akibatnya intensitas kendaraan sempat membuat kemacetan yang terjadi di pintu tol.

Hal tersebut dikarenakan banyak pengendara yang menanyakan kepada petugas tol terkait pembuatan kartu maupun tata tertib di jalan tol. Sehingga yang seharusnya di pintu tol pengendara menghabiskan waktu hanya sekitar 10 detik, menjadi sekitar lima menit lebih, walhasil antrean pun mengular.

Permasalahan di jalan tol bukan hanya itu saja. Banyaknya pengendara yang baru melewati jalan tol pertama di Kalimantan itu kerap bertingkah norak. Yakni berhenti di jalur tol hanya untuk berfoto ataupun mengabadikan momen pribadinya melintasi jalan tol Balsam. Perilaku ini membuat polisi harus mondar-mandir memberikan peringatan terkait aturan di jalan tol.

“Banyak yang baru pertama lewat tol. Jadi banyak yang stop di jalur pinggir itu cuma untuk foto-foto. Sering kami temui pas patroli,” ujar Kasat PJR Ditlantas Polda Kaltim, AKBP Welly, Senin (30/12).

Lanjut Welly, kepolisian pun memberikan peringatan namun belum pada penindakan. Hal ini dikarenakan masyarakat Kaltim baru memiliki tol sehingga belum mengetahui aturan ketika melintas di jalan tol. Ia hanya meminta pengendara tidak mengulangi kejadian yang sama.

“Kami ingatkan dulu belum sampai pada penilangan. Kalau diulang lagi ya ditilang. Mereka berhenti di jalur emergency, padahal di jalan tol itu tidak boleh berhenti kecuali kondisi emergency atau darurat,” jelasnya.

Dalam hal ini ia menyampaikan kepada para pengendara agar tidak melaju di atas kecepatan yang sudah ditentukan yakni 80 kilometer per jam. Sebab sampai saat ini masih banyak kendaraan yang tidak mengindahkan. Jalan tol yang sepi justru dijadikan ajang ugal-ugalan.

“Banyak yang laju di atas kecepatan 80 kilometer per jam. Kami terus patroli dan mengingatkan. Jadi masih tahap mengingatkan terebih dahulu sampai satu atau dua bulan kedepan,” tutupnya. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*