Mayat di Desa Batuah Korban Kekerasan

Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho (Bayu/Disway)

===

Kukar, Disway Kaltim-Norman alias Arman (46), pekerja pasir putih yang ditemukan tewas di indekos di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kukar memang korban kekerasan. Itu dipastikan usai Unit Inafis Satreskrim Polres Kukar melakukan autopsi di RSUD AW Sjahranie Samarinda, Jumat (27/12) malam lalu.

 

“Iya ada indikasi kekerasan pada korban. Itu disebabkan pukulan dari benda tumpul,” kata Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho kepada Disway, Sabtu (28/12) siang.

 

Selanjutnya, kapolres telah menurunkan Tim Alligator yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena untuk menyelidiki kasus ini di lapangan.

 

“Saat ini anggota masih di lapangan untuk mencari bukti dan saksi. Semoga cepat diketahui,” harap Andrias.

 

Sementara itu, autopsi pada Jumat malam berlangsung selama dua jam. Mulai pukul 19.00 Wita hingga 22.00 Wita. Ditemukan luka memar yang diakibatkan benda tumpul pada kepala belakang, wajah sebelah kanan, hingga robek di bibir dalam bagian bawah.

 

Usai diautopsi, jasad Arman langsung dibawa kerabatnya ke Amuntai, Kalimantan Selatan untuk dikebumikan pihak keluarga.

 

“Malam itu (Jumat, red) juga usai autopsi. Korban dibawa kerabat satu kampungnya di Kalsel,” kata Kaur Inafis Aiptu Dian Heri Wahyudi.

 

Diberitakan sebelumnya, jasad Arman ditemukan tewas di sebuah indekos yang berada di RT 36 Desa Batuah KM 31, tepatnya di Dusun Karya Baru (RDR,Red), Loa Janan pada Jumat (27/12) lalu sekitar pukul 07.30 Wita. Penemuan ini pertama kali diketahui Surianti (37), pemilik indekos.

 

“Waktu itu saya mau menjemur pakaian di lantai dua. Sekaligus membawakan makanan untuk Arman. Karena biasanya kalau pagi ia kerja. Tapi pas saya ketuk pintu kamarnya, tidak ada yang menjawab,” terang Surianti kepada Disway waktu itu.

 

Ketika berjalan ke belakang indekos, Surianti kaget melihat tubuh Arman tergeletak di lantai depan toilet indekos dan nyaris membusuk.

 

“Saya sudah mikir kalau orang ini meninggal. Setelah itu saya langsung lari. Tak berani sentuh,” ucap Surianti. (byu/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*