Siduung Indah Belum Surut

Personel BPBD Berau, membawa logistik bantuan ke Kampung Siduung Indah, Sabtu (28/12).(BPBD for Disway)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Luapan air Sungai Kelay dan Sungai Segah, masih dirasakan masyarakat di beberapa wilayah di Bumi Batiwakkal, Minggu (29/12). Luapan air sungai, masih menggenangi Kampung Siduung Indah, dan RT 9 Labanan Makarti.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Novian Hidayat mengatakan, masih ada kampung yang terdampak dari luapan air sungai. Bahkan sudah tergenang sekira 4 hari. Sejauh ini, debit air yang menggenangi sejumlah wilayah semakin surut, dan tidak menutup kemungkinan akan kembali meningkat.

“Kalau hulu Berau diguyur hujan deras seharian, mungkin bisa bertambah tinggi air ini,” katanya kepada Disway Berau.

Saat ini, ketinggian air sekira 40 centimeter dan pada beberapa titik, masih ada yang seukuran pinggang orang dewasa. Diperkirakan, kondisi akan kembali normal dalam tempo waktu dua hari jika tidak ada hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Genangan air sekarang masih terpantau berada di wilayah Kampung Siduung Indah, Segah dan Labanan Makarti, tepatnya di RT 9, Teluk Bayur.

“Kalau tidak ada hujan, dua hari lagi mungkin kering,”ujarnya.

Beberapa hari ini, pihaknya dengan beberapa Instansi terkait berusaha untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak luapan air sungai tersebut. Pendistribusian tersebut dilakukan tim BPBD kepada aparatur kampung Labanan Makarti, dan dibantu dengan tim relawan lapangan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Bencana (MPB), dan Masayarakat Peduli Api (MPA).

“Pendistribusian logistik sudh dikerahkan kemarin (Sabtu), dri BPBD ke kepala kampung Labanan Makarti sebanyak 40 KK. Dan sementara logistik di BPBD menipis,”tandasnya.

Sementara di Kampung Tumbit Melayu, air mulai surut.

Hal itu diakui Kepala Kampung Tumbit Melayu, Maspri membenarkan bahwa kondisi luapan air sungai yang melanda wilayahnya berlangsung membaik. Genangan yang awalnya mencapai pinggang orang dewasa, ini hanya sebatas mata kaki.

Genangan tersebut juga tidak merata terjadi di seluruh wilayah kampung, hanya terjadi di beberapa titik rumah, dan kebun masyarakat. “Sejauh ini, sudah membaik,”ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga belum mendapatkan laporan terkait kesehatan masyarakat yang menjadi korban dampak luapan air sungai. Biasanya setelah adanya musibah banjir, banyak warga yang mengeluh kondisi kesehatan mulai terganggu. Seperti diare, gatal-gatal atau bahkan malaria.

“Mungkin mereka langsung ke puskesmas terdekat untuk konsultasi kesehatan,”pungkasnya.(*/fst/app)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*