DPRD Terima Keluhan Pembayaran Air Bersih yang Mahal

Puji Setyowati. (Istimewa)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Sejumlah anggota DPRD Kaltim menerima keluhan warga Palaran Samarinda terkait pembayaran air. Di kecamatan tersebut, terdapat dua pengelola dan pendistribusi air bersih: Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan swasta.

Biaya yang dikeluarkan warga untuk mendapatkan air bersih dari PDAM lebih murah dibanding swasta. Hal ini mendapat perhatian serius dari wakil rakyat.

Anggota DPRD Kaltim dari Dapil Samarinda Puji Setyowati mengaku akan mengkaji masalah tersebut. Langkah awalnya, dewan akan mempelajari data pelanggan PDAM dan swasta.

“Berapa banyak yang pelanggan swasta dan PDAM? Terus kenapa kok pake swasta yang lebih mahal? Kan air dari PDAM lebih murah. Ini yang akan kami kaji,” katanya belum lama ini di Gedung Karang Paci.

Dia menyarankan PDAM membuat jaringan pipa besar. Yang dapat mengalirkan air ke seluruh warga di Palaran. Dengan begitu, pelanggan swasta bisa berkurang. Sehingga warga dapat membayar air bersih dengan harga murah.

Menurutnya, swastanisasi dalam penyaluran air bersih tidak tepat. Karena air termasuk dalam kelompok kebutuhan dasar yang mesti dikelola pemerintah.

“Kalau swasta yang kelola, jangan sampai membebani masyarakat. Ini yang kami harapkan. Mesti ada evaluasi soal ini,” imbuh Puji.

Dalam keterangannya, Puji juga merespons pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Sebagai kota penyangga, Samarinda perlu berbenah.

“Samarinda akan menjadi penyangga utama. Karen sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Kita ini di tengah-tengah di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, diperlukan desain engineering yang kompleks. Pemetaan pun mesti menjangkau pembangunan untuk puluhan tahun ke depan.

“Sehingga tidak seperti sekarang ini. Kalau ada yang kurang bagus bangunan, harus dibongkar. Tidak boleh lagi begitu. Karena ini berbicara masalah nasional,” sebutnya. (adv/qn/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*