Bola Tangan Tentukan Tim Utama, Diperkuat 3 Atlet Sea Games

Skuat tim bola tangan Kaltim tengah mempersiapkan jelang PON XX Papua 2020. (Tebe/ Disway Kaltim) 

Samarinda, DiswayKaltim.com – Tim bola tangan Kaltim tampak begitu serius mempersiapkan diri jelang gelaran PON 2020 Papua. Dari 3 tahap seleksi, tahap pertama telah dilalui dan mengerucutkan 28 nama sebagai tim utama. Seleksi tahap pertama dilakukan selama 2 hari yakni tanggal 11-12 Januari 2020 di Hotel Atlet, Komplek Olahraga Sempaja Kaltim.

Pada seleksi ini terdapat 3 hal yang harus dilalui para atlet yakni 5 item tes fisik, 5 item tes teknik, dan permainan.

Dari 3 tahapan tes tersebut kemudian diperingkatkan sebagai bahan penilaian apakah para atlet lolos atau tidak. Sebanyak 56 atlet dari berbagai daerah di Kaltim mengikuti tes ini. 56 atlet tersebut lalu dibagi menjadi 2 tim putra dan 2 tim putri.

“Kami sengaja mengadu 2 tim di masing-masing kategori agar terlihat jelas kualitasnya. Kalau tidak ada lawannya, sulit bagi tim pelatih menilai kesiapan atlet,” kata Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, Suryadi Gunawan, Minggu (12/1/2019) kemarin.

Dari rangkaian tes tersebut, keluarlah 14 nama dari tim putra dan putri untuk selanjutnya menjadi skuat bayangan yang akan diberangkatkan ke PON Papua kelak. Mayoritas atlet yang masuk ke tim utama adalah mereka yang berpartisipasi di ajang Pra-PON lalu.

Tapi khusus tim putra, terdapat 3 nama baru yang sebelumnya tak mengikuti Pra-PON karena membela Indonsia di ajang Sea Games 2019 lalu. Ketiga atlet jebolan Sea Games tersebut adalah Derril, Bagus Prakoso, dan Victorius Tolang.

Meski sudah mendapat tim utama, atlet yang tidak masuk akan tetap diperdayakan dalam latihan rutin selama persiapan PON.

“Tim pelapis tetap akan diperdayakan sebagai lawan sparing sampai TC Centralisasi nanti. Kami mau tim utama tetap mendapat kompetisi untuk mempertahankan kualitasnya,” lanjut Suryadi.

Namun Suryadi cepat memberi penegasan bahwa tim utama yang sudah dibentuk ini belumlah skuat final. Dalam perjalanannya nanti, jika atlet di tim utama mengalami cedera dan penurunan kualitas, maka bisa saja digantikan oleh atlet dari tim pelapis.

“Saya tegaskan pemain di tim utama belum dapat garansi kalau mereka yang akan dikirim ke PON. Kalau nanti mereka sakit, cedera, ingin keluar dari cabor, atau bahkan kualitasnya turun, akan digantikan oleh tim pelapis,” tegasnya.

Dengan sudah memiliki tim utama, langkah selanjutnya dari tim bola tangan Kaltim adalah menjalani TC Mandiri. Sebanyak 28 atlet dan 4 pelatih akan mendapat pembiayaan dari KONI Kaltim selama proses persiapan.

Sementara itu, Suryadi terus menjalin komunikasi dari pemangku kepentingan cabor bola tangan dari berbagai negara untuk pemusatan latihan terakhir. Saat Disway Kaltim melakukan wawancara dengan Suryadi usai seleksi, ia tampak mendapat telepon dari Korea Selatan.

Suryadi mengaku meski mengidamkan TC di Eropa, namun ia tetap menjalin komunikasi ke beberapa negara untuk memastikan bahwa pemusatan latihan di luar negeri bisa memberi manfaat yang besar bagi tim bola tangan Kaltim. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*