Hilangkan Kesan Pasar yang Kumuh

edf

KEPALA Diskoperindag Wiyati bersama Wakil Bupati Berau Agus Tantomo saat peresmian pasar tradisional di Kampung Gunung Sari, beberapa waktu lalu.(ISTIMEWA)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kebersihan dan tata kelola pasar tradisional yang baik, diyakini Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau Wiyati, bisa menjadi daya saing seiring bermunculannya swalayan atau minimarket.

Karena itu, dia menekankan agar kesan bahwa pasar tradisional yang kumuh, kotor hingga membuat pembeli merasa tidak nyaman harus dihilangkan. Dengan demikian, pembeli mau datang dan belanja di pasar tradisional.

“Caranya, para pedagang yang ada di masing–masing pasar, baik (pasar) Adji Dilayas maupun pasar di kecamatan harus tetap membuat nyaman dan menjaga kebersihan, agar konsumen tidak malas belanja di pasar,” ujar Wiyati, Selasa (14/1).

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memberikan pendampingan dalam mengatur tatak kelola pasar. Selain itu, dia juga menyatakan pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan pasar tradisional di kampung-kampung.

Karena menurutnya, keberadaan pasar selain menjadi sarana komunikasi antarwarga, perputaran uangh akan kembali ke masyarakat kampung, dan imbasnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kampung.

Dikatakan, yang terlibat di pasar tradisional bukan hanya petani, namun juga nelayan, home industry, pengerajin lokal maupun kelompok–kelompok masyarakat yang bergelut dalam dunia usaha lain.

“Pasti akan berdampak baik saat pasar itu dikelola dangan semaksimal mungkin, pelayanan, kenyamanan, kebersihan dan fasilitas yang ada. Selain itu, ini juga menjadi peluang peningkatan pendapatan asli kampung,” ujarnya. */ZUH/REY

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*