Ulul Azmi Siap Gantikan Peran Lerby di Borneo FC

Ulul Azmi (kiri) mengintip peluang menggantikan peran Lerby yang hengkang ke Bali United. (Tebe/ Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com – Penyerang muda Borneo FC Samarinda (BFCS) Ulul Azmi bersiap menghadapi tantangan baru di musim ketiganya bersama Borneo FC. Striker yang gemilang bersama Borneo FC U-19 itu kini tengah membidik peluang tampil lebih sering di tim utama menyusul hengkangnya Lerby Eliandry ke Bali United. Musim lalu Ulul memang hanya jadi striker pilihan ketiga di bawah Mathias Conti dan Lerby Eliandry.

Dengan 2 nama tersebut bergantian bermain sebagai ujung tombak Pesut Etam, Ulul hanya mengenyam 7 penampilan tanpa gol ataupun assist. Itu pun kebanyakan sebagai pemain pengganti.

Kepergian Lerby akan dimanfaatkan betul oleh pemain berdarah Minang tersebut. Hanya Fransisco Torres kini dimiliki Borneo, maka kesempatan Ulul mendapat jam terbang lebih akan terbuka lebar. Pemain yang kemungkinan bisa menjadi striker tengah lainnya adalah Diogo Campos yang realisasi kedatangannya hanya tinggal menunggu waktu.

Namun jika nantinya Edson memainkan pola 1 target man, Campos akan lebih ditempatkan sebagai gelandang serang atau second striker alih-alih penyerang depan.

“Ini akan jadi musim ketiga saya di Borneo. Saya berterima kasih kepada manajemen yang kembali mempercayai saya. Saya akan bayar kepercayaan itu dengan penampilan yang lebih baik musim ini, insyaallah,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Ulul yang akan berusia 20 tahun Maret mendatang saat ini sedang fokus berlatih keras untuk mendapat perhatian dari Edson Tavares. Selain kematangan, Ulul juga menuntut dirinya untuk lebih kuat secara fisik karena Edson akan memainkan sepak bola intens sehingga membutuhkan kecepatan, kelenturan, dan kekuatan fisik yang prima.

“Saya hanya harus berlatih keras di sesi latihan. Apakah nanti akan dimainkan oleh pelatih atau tidak, itu hak pelatih. Tugas saya hanya berusaha lebih keras lagi,” pungkasnya.

Tak Wajibkan Edson Mainkan Punggawa Muda

Meski jauh-jauh hari Borneo FC Samarinda sudah memiliki kebijakan pro pemain muda, namun dalam pelaksanaannya akan bergantung pada pelatih Edson Tavares. Manajemen, sebagaimana disampaikan oleh manajer Borneo, Farid Abu Bakar, sama sekali tidak memberi tekanan pada Edson untuk memaksakan memainkan pemain muda.

“Manajemen tidak mengharuskan. Itu semua tergantung Edson, apakah dia mau memainkan pemain muda atau tidak. Dia memainkan pemain senior atau junior, itu tergantung dia,” kata Farid.

Borneo musim ini memang banyak mengontrak pemain muda. Sebut saja tiga penjaga gawang mereka, Gianluca, Dicky Indrayana, dan Zulkifli yang masih sangat muda. Lalu ada Jufri, Ilham, Makarius, Kevin Gomez, Wahyudi Hamisi, Ulul Azmi, Wiranto, dan Muhammad Sihran.

“Kami memiliki banyak pemain muda. Tapi apakah nanti akan dimainkan oleh pelatih atau tidak, tergantung bagaimana kerja keras mereka masing-masing. Tidak ada garansi. Jadi mereka harus berusaha keras masing-masing,” tutupnya. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*