Ada Hiu, Gagal Taklukan Maratua-Kakaban

Ibrahim Rusli alias Ahim (pegang bendera) gagal menaklukkan laut Maratua-Kakaban(istimewa)

MARATUA, DISWAY – Niat Ibrahim Rusli, perenang tunggal asal Tarakan untuk menaklukkan laut Maratua menuju Kakaban, Minggu (2/2) gagal. Ia terhenti.
Keputusan Ahim, sapaan akrabnya, disebabkan kemunculan binatang buas jenis hiu macan pada jarak 5 kilometer (km) yang sedang memangsa ikan tongkol di daerah sekitar.

Ahim memulai perjalanannya dari Dermaga Maratua, pukul 06.25 Wita. Namun, saat berenang sejauh 3 km, aparatur sipil negara (ASN) di Dispora Tarakan ini melihat sekelompok hiu berada di sekitarnya.

Sontak, Ahim berhenti berenang sejenak dan langsung berteriak kepada tim pendamping yang terus mengawalnya sejak awal. “Hiu, hiu,” teriak Ahim saat masih berada di permukaan air laut.

Usai berteriak, Ahim dengan cepat langsung mendekati speedboat pengawal. “Kalian di atas cepat ada hiu,” serunya. Tim pengawal dengan sigap mendekati Ahim dan langsung menariknya dari permukaan air.

Sampai di atas speedboat, Ahim meminta untuk kembali ke Dermaga Maratua. “Sudah terlalu berisiko, ada hiu di depan, kita kembali saja ke dermaga,” pintanya.

Kepada wartawan, Ahim menceritakan bahwa dirinya melihat sirip hiu berada tepat di depan matanya. “Saat masih di permukaan air, tiba-tiba ada sirip hiu muncul. Walaupun terlihat hanya satu, tapi kemungkinan masih ada yang lain atau sekelompok,” katanya.

Sebelumnya, aku Ahim, menurut informasi warga setempat, bahwa di laut antar dua pulau wisata di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut, diketahui memang ada hiu.

Hal ini juga dibenarkan salah seorang warga Maratua, Herdi. Menurutnya, di laut tersebut dihuni sekelompok hiu.

“Di sini memang ada Hiu Mangali (sebutan warga Maratua). Hiunya tergolong ganas dari hiu lainnya yang ada,” katanya. “Ini musim utara. Hiu naik. Tapi kalau musim selatan tidak ada,” ungkap Herdi.

Kendati demikian, aksi yang dilakukan Ahim mendapat apresiasi dari Pemkab Berau melalui Camat Maratua, Marsudi.

“Walaupun tidak sampai ke Pulau Kakaban, tapi ini sudah suatu prestasi yang luar biasa. Memang masalah hiu selama ini yang dikhawatirkan selain kondisi cuaca,” ucapnya.

Menurutnya, warga Maratua sendiri tidak berani melakukan aksi nekat seperti yang dilakukan Ibrahim. Ke depan, tambahnya, jika kegiatan serupa kembali dilakukan, Camat Berau akan menyediakan empat armada yang dipasang jaring untuk melindungi si perenang.

“Ada juga hewan yang sama bahayanya seperti hiu di laut itu. Yaitu barakuda. Biasanya memangsa hewan yang berada di atas permukaan,” tandas Marsudi. (*/man)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*