Bersatu Wujudkan IKN, Deklarasi Kebhinekaan Merajut Persaudaraan di PPU

Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto bersama Bupati Abdul Gafur Mas’ud beserta Forkompimda bersatu jaga persatuan demi IKN. (Bayu/Disway)

===

PENAJAM, DISWAYKALTIM – Pada tahun lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan ibu kota negara (IKN) di DKI Jakarta dipindahkan ke Kaltim, tepatnya di PPU dan Kukar.

Guna menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif, Kodam VI Mulawarman bersama Polda Kaltim dan pemerintah daerah terus bersinergi mewujudkannya.

Bahkan, Ahad (2/2) sekitar pukul 08.00 Wita, TNI-Polri dan Pemkab PPU melaksanakan Deklarasi Kebhinekaan di Halaman Mapolres PPU. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 2.700 masyarakat dari seluruh lapisan elemen, suku, dan agama di PPU.

“Kegiatan ini penting dilakukan. Mengingat PPU akan menjadi IKN. Sehingga keberagaman kita ini sudah mewakili Indonesia kecil,” kata Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto kepada awak media, Ahad siang.

“Apabila PPU menjadi ibu kota negara, maka kita di PPU sudah siap menjadi Indonesia kecil sendiri,” tambah Subiyanto.

Pangdam sudah memberikan amanat kepada seluruh masyarakat PPU untuk menjaga kondusivitas dan keamanan bersama. Selain itu semua diminta siap mendukung pembangunan IKN.

Ia akan melihat jumlah personel TNI di Kaltim, terutama di PPU. Sekarang masih kekurangan, akan ditambah. Untuk mengamankan IKN.

“Memang saat ini komposisi personel di Kodim PPU belum mencapai 100 persen. Pelan-pelan itu sudah harus dipenuhi. Terutama Kodim,” ucap Subiyanto.

Bukan hanya TNI. Mungkin katanya, Polda Kaltim juga memerhatikan dan melengkapi personel.

“Saya bersama pak Kapolda akan terus bersinergi untuk pembangunan IKN ini,” terangnya.

Kapolda Katim Irjen Pol Muktiono mengaku sangat senang melihat sambutan masyarakat di PPU yang sangat antusias.

“Ini satu hal yang membanggakan bagi kita semua,” katanya.

Ke depan lanjutnya, semua pasti berharap situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif ini agar terus bisa terjaga dengan baik. Karena semua meyakini dengan situasi kondusif, pembangunan bisa berjalan baik.

“Mari kita jaga sampai kapanpun demi IKN ini. Jagalah situasi yang mantap ini untuk seterusnya,” pesan Kapolda.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud mengatakan, kegiatan ini bentuk silaturahmi bagi seluruh masyarakat di PPU. Apalagi temanya Merajut Bhineka Tunggak Ika.

“Kami dari pemerintah daerah sangat memprioritaskan kebersamaan ini,” ungkap Gafur.

“Sejak dulu sebelum pemekaran, PPU adalah gambaran miniatur Indonesia. Di sini 60 persen suku Jawa. 30 persen suku Bugis. Sisanya Banjar, Dayak, dan Kutai,” urainya.

Gafur mengaku sangat bersyukur masyarakat di PPU terus berdampingan sejak dulu hingga sekarang. Sehingga ia berharap dengan pindahnya IKN, jangan sampai masyarakat diadu domba.

“Kami masyarakat PPU sudah membuktikan kalau kami bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai,” terangnya.

Ia ingin hal tersebut terus terjaga. Demi Indonesia yang maju dan melahirkan generasi-generasi unggul. Untuk peradaban Indonesa baru ke depan.

“Kami sudah 100 persen siap. Dari segi apapun. Dari sebelum Presiden mengumumkan, kami sudah menyiapkan lahan dan SDM. Tinggal pembangunan dari pemerintah pusat,” tutur Gafur.

Dengan kehadiran Pangdam dan Kapolda Kaltim, Gafur meyakini ini bukti Pemkab PPU dan Pemprov Kaltim sudah benar-benar siap memprioritaskan pembangunan IKN ini. (byu/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*