Bersatu Wujudkan IKN, Deklarasi Kebhinekaan Merajut Persaudaraan di PPU

Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto bersama Bupati Abdul Gafur Mas’ud beserta Forkompimda dan seluruh elemen masyarakat PPU bersatu jaga persatuan demi IKN. (Bayu/Disway Kaltim)

================

 

Penajam, DiswayKaltim.com  – Pada tahun 2019 lalu, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo telah mengumumkan Ibu Kota Negara (IKN) di DKI Jakarta akan dipindahkan ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Guna menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif, Kodam VI Mulawarman bersama Polda Kaltim dan pemerintah terus bersinergi mewujudkannya. Bahkan, Minggu (2/2/2020) pagi sekitar pukul 08.00 Wita. TNI-Polri dan pemerintah PPU melaksanakan Deklarasi Kebhinekaan di Halaman Mapolres PPU. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 2.700 masyarakat dari seluruh lapisan elemen, suku dan agama di PPU.

“Kegiatan ini penting untuk dilakukan. Mengingat PPU akan menjadi IKN. Sehingga keberagaman kita ini sudah mewakili Indonesia kecil,” kata Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto kepada awak media, Minggu siang.

“Dan apabila PPU menjadi Ibu kota. Maka kita di PPU sudah siap menjadi Indonesia kecil sendiri,” tambah Subiyanto.

Pangdam juga sudah memberikan amanat kepada seluruh masyarakat PPU untuk menjaga kondusifitas dan keamanan bersama. Selain itu semua juga diminta siap mendukung pembangunan IKN.

Bahkan Ia juga akan melihat jumlah personel TNI yang saat ini berada di Kaltim, terutama di PPU. Yang sekarang masih kekurangan, akan ditambah. Untuk mengamankan IKN. “Memang saat ini komposisi personel kita di Kodim PPU belum mencapai 100 persen. Dan pelan-pelan itu sudah harus kita penuhi. Terutama Kodim,” ucap Subiyanto.

Bukan hanya TNI. Mungkin katanya, Polda Kaltim juga memperhatikan dan melengkapi personelnya. “Saya bersama pak Kapolda akan terus bersinergi untuk pembangunan IKN ini,” terangnya. Kemudian Kapolda Katim Irjen Pol Muktiono mengaku senang melihat sambutan masyarakat di PPU yang antusias. “Ini satu hal yang membanggakan bagi kita semua,” katanya.

Ke depan lanjutnya, semua pasti berharap situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif ini agar terus bisa terjaga dengan baik. Karena semua meyakini dengan situasi yang kondusif, pembangunan akan bisa berjalan dengan baik. “Mari kita jaga sampai kapanpun untuk menjaga IKN ini. Jagalah situasi yang mantap ini untuk seterusnya,” pesan Kapolda.

Sementara Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi bagi seluruh masyarakat di Kabupaten PPU. Apalagi temanya mengusung ‘Merajut Bhineka Tunggak Ika’. “Kami dari pemerintah sangat memprioritaskan tentang kebersamaan ini,” ungkap Gafur.

“Karena sejak dulu. Sebelum pemekaran. PPU adalah gambaran miniatur Indonesia. Di sini 60 persen suku Jawa. 30 persen suku Bugis. Sisanya putra putri asli Kalimantan, seperti Banjar, Dayak dan Kutai,” urainya.

Gafur mengaku sangat bersyukur masyarakat di PPU terus berdampingan sejak dulu hingga sekarang. Sehingga ia berharap dengan pindahnya IKN. Jangan sampai masyarakat di adu domba. “Tapi kami masyarakat di PPU sudah membuktikan kalau kami bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai,” terangnya.

Ia pun ingin hal tersebut terus terjaga. Demi Indonesia yang maju dan melahirkan generasi-generasi yang unggul. Untuk peradaban Indonesa baru ke depan. “Kami sudah 100 persen siap. Dari segi apapun. Dari sebelum bapak Presiden mengumumkan, kami sudah menyiapkan lahannya termasuk SDM-nya. Tinggal pembangunan dari pemerintah pusat,” tutur Gafur.

Bahkan dengan kehadiran Pangdam dan Kapolda Kaltim. Gafur meyakini kalau ini membuktikan bahwa pemerintah PPU dan Provinsi Kaltim sudah benar-benar siap untuk memprioritaskan pembangunan IKN ini. (byu/dah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*