Disdukcapil Layani Masyarakat Berkebutuhan Khusus di Sepaku

Disdukcapil PPU saat melakukan program jemput bola kepada warga berkebutuhan khusus. (Hasan/Disway)

===

PENAJAM-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pelayanan dengan sistem jemput bola. Kegiatan tersebut dijadwalkan Selasa (4/2). Tim akan mendatangi Kecamatan Sepaku hingga dua hari ke depan.

Hal ini diungkapkan Kasi Kerjasama dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil PPU Dony Ariswanto.

Program tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang belum memiliki kesempatan mengurus administrasi kependudukan. “Pelayanan yang akan diberikan meliputi pemutihan kartu keluarga. Karena banyak warga yang datanya belum update. Khususnya pendidikan, masih banyak ditemukan pendidikan anak-anaknya belum berubah. Padahal sudah lulus kuliah, tapi di KK masih SD. Ini akan kami lakukan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Dony mengungkapkan, akan ada format KK baru. Terdapat data kolom baru pada status perkawinan. “Kalau format lama, hanya dicantumkan kawin atau tidak kawin. Nah saat ini dicantumkan kawin tercatat dan kawin tidak tercatat,” kata Dony.

Dony menjelaskan, yang dimaksud kawin tercatat yaitu sah diakui agama, sehingga punya buku nikah. Sementara untuk kawin tidak tercatat, tidak memiliki buku nikah, contohnya nikah siri. “Hal ini akan kami sampaikan dan status pada kartu keluarga bisa jauh lebih jelas,” ujarnya.

Dari semua itu, ia juga melayani cetak e-KTP dan kartu identitas anak (KIA). Disdukcapil telah menyiapkan blangko KTP sebanyak 600 keping, serta 500 keping untung KIA. “Blanko KK akan bawa 1.000 lembar. Kami akan melayani pembuatan akta kelahiran dan akta kematian,” terang Dony.

Terpisah, Kepala Disdukcapil PPU Suyanto mengatakan, kegiatan sebelumnya mereka juga jemput bola kepada warga berkebutuhan khusus. “Kami berupaya agar pelayanan dapat merata dan bisa dirasakan masyarakat tanpa melihat status dan kondisi warga,” tuturnya.

Dalam kegiatan jemput bola tersebut, Disdukcapil PPU menurunkan satu tim ke Kecamatan Sepaku dengan jumlah delapan orang. Tim tersebut akan merekam, perubahan data, tim data penduduk, dan tim itu akan stand by dengan harapan semua pelayanan dapat diselesaikan di lokasi kegiatan. (syd/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*