Ekonomi Berau Tumbuh Pesimis

TANJUNG REDEB, DISWAY – Ketua Kamar Dangan dan Industri (Kadin) Berau, Fitrial Noor memprediksi ekonomi Bumi Batiwakkal belum optimis akan berkembang di tahun 2020.

Alasanya, sektor pertambangan masih menjadi asupan utama pendapatan daerah. Angka ketergantungan sektor pertambangan masih sangat besar, berada diangka 60 hingga 65 persen.

”Parameternya untuk ini memang banyak sekali, tapi memang ketergantungan daerah masih pada tambang,” ucapnya, belum lama ini.

Kendati sektor pertambangan memuncaki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kaltim, pemerintah harus mencari sektor alternatif yang potensial untuk dikembangkan, pengganti tambang.

Sebab, ketergantungan akan menjadi ancaman iklim ekonomi di kabupaten paling utara di Kaltim. Pasalnya, harga mas hitam kerap pasang surut akibat “monopoli” ekonomi global.

“Ketergantungan ini perlahan harus dilepaskan, secepatnya kita dorong pemerintah untuk menciptakan sektor alternatif. Ketika tambang jatuh, ada sektor yang menyongsong atau memback-up akonomi Berau,” terangnya.

Lanjut Fitrial, goncangan sektor tambang yang mengalami penurunan sudah mulai dirasakan.”Harapannya, semoga tahun ini tidak turun lagi, karena akan mengganggu perekonomian Berau,” bebernya.

Ditanya bagaimana pandangan melihat pengembangan sektor potensial di Berau, seperti pariwisata, pertanian dan perikanan? Fitrial menjawab, belum maksimal. Seperti pengembangan sektor pertanian yang masih pesimis, dilihat banyaknya lahan pertanian yang kerap beralihfungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit maupun komoditas lainnya.

Serta, kata dia, belum adanya langkah strategis dalam mengembangkan industry perikanan. Sejatinya, perikanan dapat dijadikan sektor peralihan.
“Berau juga membutuhkan maskapai yang sanggup dengan direct flight. Itu bisa merangsang sektor lain untuk dijadikan produk industri dan harganya bisa jauh lebih murah,” pungkasnya.(*/RAP/JUN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*