“Hilirisasi Industri Itu Kebutuhan”

Pembina Gapki Kaltim Azmal Ridwan. (Khajjar/Disway Kaltim)

Samarinda, Disway Kaltim.com – Upaya mewujudkan industri hilir kelapa sawit sudah sejak lama didorong Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim. Namun hingga saat ini, wacana hilirisasi seperti jalan di tempat.

“Hilirisasi bagi pengusaha itu bukan pertanyaan, tapi kebutuhan,” kata Pembina Gapki Kaltim Azmal Ridwan, melalui sambungan telepon, Jumat (31/1).

Menurut Azmal, pengusaha sudah siap membangun industri hilir dari komoditas andalan Kaltim ini. Hanya yang menjadi kendala, infrastruktur dan aksesibilitas jalan belum memadai.

“Kariangau (Kawasan Industri Kariangau) yang baru dimulai saja macet. Kita sudah coba direct call tapi kalo antrean begitu panjang, aksesnya gak bisa, fasilitas gak ada, ya batal,” Keluh Pembina GAPKI Kaltim ini.

Selain menyiapkan kawasan ekonomi khusus (KEK), kata Azmal, Kaltim juga harus menyiapkan kawasan industri. “Kaltara sudah lari lebih kencang, Kalbar sudah mulai ground breaking kontruksi. Tertinggal kita ini,” keluhnya lagi.

Azmal mengaku, ia sudah mengajak para investor untuk membangun pabrik-pabrik pengolahan di Kaltim. Hanya saja, keterbatasan fasilitas jadi pertimbangan. “Fasilitasnya nggak ada. Masa pengusaha mau bangun fasilitas sendiri-sendiri. Nggak mungkin dong,” sambungnya.

Ia pun berharap ke depan, kekuatan yang terintegrasi antara pengusaha sebagai pelaksana, pemerintah sebagai pemangku keputusan, serta masyarakat bisa dilibatkan dalam pembangunan hilirisasi industri kelapa sawit di Kaltim.

Ketika ditanya terkait keseriusan pemerintah saat ini  terhadap proyek hilirisasi, Azmal mengatakan sudah cukup baik. Pemerintah dan perusda sudah mulai membicarakan ulang terkait konsep hilirisasi  ini. “ Tidak ada harapan saya, kecuali terealisasi. Biar lah yang kecil kita mulai daripada kita nggak buat apa apa,” pungkasnya. (krv/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*