Tak Lupa Persiba, Bima Sakti Rencanakan Kembali

Bima Sakti (dua kiri) masih punya keinginan melatih Persiba di masa akan datang. (Arif/ Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Bak kacang tak lupa kulitnya, mungkin makna kiasan itu yang tergambar pada diri Bima Sakti. Mantan kapten timnas Indonesia di era 99 itu tentu masih punya rencana untuk melatih Persiba Balikpapan. Namun tidak dalam waktu dekat, Bima saat ini masih menjabat sebagai pelatih kepala timnas U-16 Indonesia hingga 2022.

Sebagai putra daerah, Bima ingin berperan dalam torehan prestasi klub kota kelahirannya. “Masih ada lah keinginan melatih Persiba, pasti itu. Apalagi membela daerah sendiri,” ujar Bima saat mengisi coaching klinik di Balikpapan, Sabtu (1/2) lalu.

Bahkan alumnus SMPN 5 Balikpapan itu sering komunikasi dengan Presiden Klub Persiba, Gede Widiade. Hanya saja dia saat ini masih mau fokus melatih timnas U-16. “Ada komunikasi dengan Pak Gede. Cuma belum terealisasikan, karena saya masih melatih timnas sampai 2022,” ujar mantan pemain timnas primavera itu.

Meski fokus di timnas, Bima tak pernah lepas mendukung Persiba. Tentunya dia berharap tim berjuluk Beruang Madu itu bisa kembali ke Liga 1. Menurutnya semua stakeholder di Kota Balikpapan harus saling membantu demi kemajuan Persiba. Mengingat Persiba salah satu tim besar yang cukup lama berada di kasta tertinggi.

“Dengan hadirnya Pak Gede karena beliau pengalaman, Persiba pasti bisa. Semua stakeholder saling bahu-membahu untuk memajukan Persiba. Karena Persiba punya nama besar,” tambah Bima.

Tak lupa Bima juga komunikasi dengan juniornya seperti Bryan Cesar dan Andre Dio. Sebagai sosok yang banyak makan asam garam sepak bola, Bima selalu memberikan nasihat untuk juniornya di Persiba. “Ada komunikasi dengan Bece dan Dio, selalu memberikan masukan,” katanya.

Bima sendiri terakhir memperkuat Persiba saat ISC 2016 lalu. Dia merangkap sebagai pelatih dan pemain. Di Liga 1 2017 Bima hanya sebentar saja masuk di tim pelatih, lantaran ia dipanggil timnas untuk mendampingi Luis Milla pelatih Indonesia saat itu. (fdl/eny)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*